Kunjungan MBS Ke China, Keberpihakan kepada Siapa?

Pada Kamis (21/2/2019), Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendarat di Beijing, dalam rangka apa kiranya kedatangan MBS ke China? Apakah dalam rangka membicarakan konflik yang sempat memanas di China di pertengahan semester 2018 sampai akhir tahun 2018.

Yaitu konflik pemerintah China dengan muslim uyghur. Pemerintah China telah banyak membunuh muslim uyghur karena tidak mau tunduk dengan aturan yang dibuat oleh negara yang berlandas pada paham komunis tersebut. Tidak hanya membunuh, pemerintah China juga menangkapi muslim uyghur dan mengurung mereka di kamp-kamp penampungan dan memaksa muslim uyghur untuk meninggalkan kepercayaan mereka (yaitu akidah Islam).

Melansir Bisnis.com, Pangeran yang kerap di sebut MBS mengunjungi China dalam perjalanan bisnis (investasi), Ia mengumumkan investasi baru di sektor energi dan infrastruktur. Pangeran MBS diagendakan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Han Zheng pada Jumat pagi (22/2/2019) sebelum duduk bersama Presiden Xi Jinping sorenya.

Miris, apakah negara Arab Saudi tidak mendengar kabar (berita) bagaimana kejamnya pemerintah China terhadap etnis muslim uyghur? Apakah Putra Mahkota MBS benar-benar tidak tahu kabar bagaimana muslim uyghur disiksa dan kehormatan wanitanya dirampas. Atau Arab Saudi memang benar-benar tidak peduli dengan urusan saudara sesama muslimya.

Sedangkan umat Islam sendiri, masih sangat berharap pada pemerintahan Arab Saudi. Mengingat Arab Saudi adalah bekas negara Islam yang pernah menerapkan hukum-hukum Islam dengan adil dan sempurna. Apalagi Arab Saudi adalah negara yang penghasilan minyak mentahnya paling banyak didunia dan tidak akan pernah habis.

Sebagai penghasil minyak mentah terbesar dunia yang banyak dibutuhkan oleh negara besar (raksasa) seperti Amerika Serikat dan China. Maka bukanlah sesuatu yang sulit dan mustahil, seandainya Arab Saudi mengambil tindakan untuk tidak melakukan kerjasama dan tidak memasokkan minyak buminya ke negara-negara yang telah menyiksa dan mengambil kekayaan umat Islam.

Namun ternayata apa hasilnya? Harapan Umat Islam pupus. Jangankan untuk membela muslim uyghur, pertemuan Pangeran MBS dengan Wakil Perdana Menteri China Han Zheng China malah menambah luka pada umat Islam terutama untuk muslim uyghur. Dalam pertemuanya itu Pangeran MBS mengatakan, “Saudi menghormati dan mendukung hak China untuk melindungi keamanannya sendiri dan mengambil langkah kontra-terorisme dan deradikalisasi.”. (www.matamatapolitik.com)

Lantas apakah yang membuat negeri-negeri muslim menutup mulut, mata dan telinga mereka atas penderitaan saudara muslimnya? Adanya racun nasionalisme telah mengjangkiti negeri-negeri muslim.

BACA JUGA!

FPI dalam Sorotan, Akankah Ada Keadilan?

20 Juni 2019 adalah tanggal habisnya masa SKT (Surat Keterangan Terdaftar) milik FPI (Front Pembela …