Sabtu , 18 Agustus 2018
Ketua Umum MUI Kota Bandung KH. Miftah Faridl

Kyai Miftah Faridl: Jabatan untuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar

image_pdfimage_print

Bandung (PIKIRANUMAT) – Bagi sebagian orang masih beranggapan bahwa kemuliaan seseorang dinilai dan dilihat jabatan dan kedudukannya. Semakin tinggi jabatan dianggap semakin tinggi pula kemuliaannya. Padahal sejatinya kemuliaan seseorang dinilai dari ketakwaannya kepada Allah Swt.

Demikian penggalan nasihat yang disampaikan Ketua Umum MUI Kota Bandung KH. Miftah Faridl di hadapan pengurus MUI Kota Bandung,alim ulama,para dai dan pejabat Kota Bandung dalam acara “Silaturahim dan Doa Bersama” , di aula MUI Kota Bandung Jl.Terminal Sadang Serang, Selasa ( 20/3/2018).

Lebih lanjut Kyai Miftah Faridl, demikian ulama kharimastik ini biasa disapa, melanjutkan bahwa kemuliaan itu identik dengan ketakwaan seperti yang telah dijelaskan Allah Swt dalam Al Quran,

“Hai, manusia! Sesungguhnya, Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya, yang paling mulia di sisi Allah ialah orang paling bertakwa. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (QS.Al Hujurat: 13)

Selanjutnya Kyai Miftah Faridl juga menyampaikan tentang karakteristik seorang pemimpin itu. Menurutnya seorang pemimpin itu harus berkualitas baik fisik,mental dan spiritualnya.

“Seorang pemimpin itu harus mempunyai semangat berbagi, berjiwa pemaaf, amanah, memenuhi janji jika pernah berjanji, sabar menghadapi ujian dan tuntutan rakyatnya serta berjiwa besar dalam menerima segala kritik bahkan cacian sekalipun,” pesannya.

Kyai Miftah Faridl menambahkan, seorang pemimpin juga harus berjiwa sportif dalam menerima kenyataan sekira ada salah atau khilaf yang pernah diperbuatnya berani mengakuinya dengan jiwa ksatria. Sebab, sambungnya, seseorang tidak akan hina hanya dengan mengakui kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukannya.

“Tidak kalah pentingnya bagi seorang pemimpin adalàh menggunakan jabatannya untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Sebab jabatan kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan baik dihadapan rakyatnya maupun kelak dihadapan Allah Swt. Pemimpin itu adalah orang yang mencitai rakyatnya dan dicintai oleh rakyatnya,”lanjutnya.

Dalam acara ini juga dihadiri Dandim 0618/BS Kota Bandung dan Kapolrestabes Bandung serta jajaran pejabat Pemkot Bandung. Acara Silaturahim dan Doa Bersama ini rangka meretas kebersamaan dalam perbedaan termasuk perbedaan dalam pilihan calon pemimpin atau kepala daerah. Sebagaimana diketahui dalam waktu didekat akan digelar Pemilihan Walikota Bandung (Pilwalkot) dan Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018. [Suwandi]

Baca Juga

LPPOM Wakafkan Gedung Global Halal Center kepada MUI Pusat

Bogor (PIKIRANUMAT) – Gedung Global Halal Center yang berdiri megah di Jalan Pemuda No. 5 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *