Sabtu , 18 Agustus 2018
Ilustrasi: Bank Islam

Lembaga Keuangan Syariah Dinilai Belum Menguntungkan

image_pdfimage_print

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Ekonomi syariah dinilai masih kurang populer bagi masyarakat Indonesia. Meski jumlah rekening bank syariah sudah mencapai 10 persen dari total 180 juta pemilik rekening di Indonesia, namun market share ekonomi syariah masih sebesar lima persen.

Menurut Peneliti Ekonomi Syariah SEBI School of Islamic Economics (STEI SEBI) Aziz Setiawan, hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang menilai lembaga keuangan syariah kurang menguntungkan.

“Secara umum ini memang sangat terkait dengan kesadaran komitmen bersyariah yang belum merata, meski kita mayoritas muslim. Jadi masyarakat yang dominan pragmatis mencari yang mudah dan menguntungkan,” ujar Aziz Setiawan, Ahad (23/10), seperti dikutip Republika Online.

Secara umum, ia menilai peran masyarakat dan pemerintah belum optimal. Dari masyarakat sekitar 10 persen atau 18 juta yang punya rekening di bank syariah dari total 180 jutaan rekening perbankan.

Namun, aset bank syariah masih di bawah lima persen karena menurutnya rata-rata masyarakat yang ke syariah membawa simpanan yang lebih kecil.

“Memang peran masyarakat secara bottom up harus terus didorong, tetapi ini tidak cukup. Harus ada peran lebih dari pemerintah dan otoritas,” ujarnya.

Untuk itu, kata Aziz, dibutuhkan daya saing dari keuangan syariah. Baik terkait aspek kualitas layanan, keterjangkauan dan aspek biaya atau keuntungan juga. Namun saat ini syariah dinilai masih belum dapat menyaingi konvensional.

“Tentu karena keuangan syariah masih baru, modal lebih kecil, infrastruktur lebih terbatas dibanding konvensional tidak bisa diadu head to head. Harusnya karena infant industry, harus ada keberpihakan atau affirmatif policy dari pemerintah kalau memang presiden benar ingin kita leading dalam global Islamic finance,” jelas Aziz. [MS/ROL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *