Senin , 20 Agustus 2018
Ilustrasi

Makan Sahur Jangan Berlebihan

image_pdfimage_print

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Makan sahur tidak boleh berlebihan, melainkan harus memperhatikan keseimbangan asupan gizi. Demikian dikatakan dosen gizi pada Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Malang  Fatimah Azzahra.

“Yang biasanya makan tiga kali saat puasa berubah jadi cuma dua kali kadang menyebabkan  makannya berlebihan saat sahur atau berbuka,” ujar dia dihubungi di Jakarta, Senin (22/05).

Makan berlebihan saat sahur atau berbuka dikhawatirkan akan membuat ibadah saat Ramadhan  menjadi terganggu.

Bukan jumlah yang diperbanyak, kata Fatimah, melainkan karbohidrat kompleks yang sebaiknya  dikonsumsi agar rasa kenyang lebih tahan lama.

“Sebenarnya kalau makan banyak, tetapi yang dikonsumsi karbohidrat sederhana dan tidak ada serat  malah justru tidak tahan lama,” ucap dia.

Untuk berbuka, Fatimah juga menyarankan tidak berlebihan dan seimbang dengan karbohidrat,  protein, lemak, vitamin, mineral dan serat.

Meski minuman dan makanan manis dapat meningkatkan kadar gula yang turun selama berpuasa, jika  berlebihan dikhawatirkan akan meninggalkan makanan dengan gizi seimbang karena sudah merasa  kenyang.

Jika saat puasa menderita konstipasi, kata dia, maka disebabkan kurang minum dan kurang serat  sehingga mengkonsumsi buah dan sayur sangat dianjurkan sebagai sumber vitamin, mineral dan  serat.

“Minum air juga jangan lupa karena dehidrasi juga selama puasa, sehari tetap diusahakan minum  delapan gelas,” tutur Fatimah.

Agar tetap delapan gelas, saat berbuka dapat minum dua gelas, empat gelas saat malam, dan dua  gelas saat sahur. Selain air putih, cairan juga bisa didapat dari jus buah atau susu dengan kandungan  protein. [FR/ANTARA]

Baca Juga

Partai Berkarya Diinstruksikan Habis-habisan Dukung Prabowo

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Partai Berkarya mendukung duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden dan Wakil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *