Menabur Benih Perdamaian

“Saya belum pernah melihat gambar yang mengerikan dalam hidup saya daripada yang saya lihat kemarin. Saya melihat tubuh yang tak utuh, tubuh yang terbakar,” kata Ziyad Hammash (60 tahun) yang tinggal di gedung di seberang jalan di Gaza.

Di rumah sakit Shifa, setidaknya ada 21 warga Palestina yang meninggal. Di lingkungan Sheikh Zayed di Gaza utara, setidaknya enam orang meninggal akibat serangan udara yang ditembakkan Israel. Empat apartemen hancur berkeping-keping, dan setidaknya 600 unit rumah rusak parah. Gaza menjadi puing-puing berserakan. (Republika.co.id, 7/5/2019)

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa kelompok-kelompok militan Palestina Hamas dan Jihad Islam telah menembakkan sekitar 690 roket ke Israel, dan menewaskan empat warga sipil Israel. Maka serangan Israel adalah bentuk aksi balasan.

Setelah dua hari dibombardir tanpa henti oleh Israel, Senin, 6 Mei lalu, Muslim Gaza memasuki Ramadan di antara dentuman roket yang bisa menyerang mereka kapanpun. Berbeda dengan suasana Ramadan di negeri ini. Di Gaza, hanya ada ketakutan, kecemasan yang amat sangat, kesuraman, reruntuhan, dan jasad yang terbunuh zionis Israel.

Kini mereka memperingati hari Nakbah. Setiap tanggal 15 mei, Palestina memperingati hari Nakbah, hari duka yang mereka alami di tahun 1948. Gerakan zionisme dibantu Inggris berhasil mendirikan negara Israel. Warga dari 20 kota dan 400 desa terpaksa meninggalkan wilayah mereka termasuk harta benda dan pertanian mereka.

Lebih dari 10 tahun, Palestina dibantai hingga sekarang. Banyak yang luka-luka. Dan lebih dari 50% penduduknya kehilangan tempat tinggal. Nakbah Palestina adalah Nakbah penjajahan terhadap Al Quds, warga Palestina kehilangan tanah airnya, dan sebanyak 531 kota dan desa dirampas oleh penjajah.

Sementara negeri kita tercinta, baru saja ‘menabur benih perdamaian’ (Investing in Peace). Sebuah tema besar yang diusung Indonesia ketika terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk periode tahun 2019 – 2020 dan resmi menjabat Presiden Dewan Keamanan PBB sejak 1 Mei 2019.

Kepemimpinan Indonesia akan berlangsung sebulan. Giliran diurutkan berdasarkan abjad bahasa Inggris masing-masing negara. Dikutip dari Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (5/5/2019), jabatan Presiden DK PBB disinyalir merupakan posisi penting dalam meningkatkan peran dan kepemimpinan Indonesia di DK PBB, terutama dalam isu prioritas di bulan tersebut.

Dengan menjadi anggota tidak tetap DK, Indonesia memiliki hak untuk dapat menentukan prioritas, pendekatan, serta upaya reformasi kerja Dewan Keamanan, termasuk:

  1. Menyelidiki situasi apa pun yang mengancam perdamaian internasional.
  2. Ikut merekomendasikan prosedur untuk penyelesaian sengketa secara damai
  3. Turut serta menegakkan keputusannya secara militer, atau dengan cara apa pun yang diperlukan
  4. Indonesia juga dapat memperjuangkan agenda kemanusiaan seperti isu kesetaraan gender atau program derasikalisasi.

BACA JUGA!

Pemimpin Dusta dan Diktator

Pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kemampuan dalam memimpin, artinya memiliki kemampuan lebih untuk mempengaruhi orang-orang …