One Belt One Road (OBOR)

Mewaspadai Perangkap Hutang RRC

Akhirnya dibangun juga dan negara kecil ini pun terperangkap hutang China. Mereka tak punya sumberdaya untuk membayar. Sebagaimana cerita di Morowali, pembangunan jalan tol ‘kebanggaan’ Montenegro itu dikerjakan oleh 75 pekeja China.

Celakanya, Montenegro harus pinjam lagi 1.2 miliar dolar untuk merampungkan jalan tol itu. Uni Eropa mengatakan negara ini dalam keadaan bahaya. Rasio hutang-GDP mencapi 80%. Pemerintah terpaksa membekukan gaji PNS dan belanja negara.

Hebatnya, PM Montenegro malah bilang dia akan mempererat kerja sama dengan RRC untuk membuat proyek-proyek lain. Orang-orang meledek bahwa Beijing sangat senang dengan sikap mangsa hutangnya itu.

Negara lain yang tercekik hutang China adalah Maladewa di Samudera India. Negara yang bergantung pada wisatawan asing ini menerima tawaran China untuk membangun sejumlah jembatan antarpulau dengan biaya 225 juta dollar. Hutang ini berarti 100% GDP Maladewa. Kelar negara muslim ini di tangan RRC. Besar kemungkinan China akan mendikte Maladewa untuk membayar hutangnya dengan pulau-pulau yang akan dijadikan pangkalan militer RRC.

Begitulah cara China menjebak mitra-mitranya dengan hutang. Pinjaman Indonesia dari RRC memang belum berada di level bahaya rasio hutang-GDP.

Tetapi, dengan laju pinjaman yang terus membesar, sangatlah wajar mewaspadai perangkap hutang RRC. Agar tidak menjadi mangsa yang akan didikte China.

Asyari Usman
(Penulis adalah wartawan senior)

BACA JUGA!

FPI dalam Sorotan, Akankah Ada Keadilan?

20 Juni 2019 adalah tanggal habisnya masa SKT (Surat Keterangan Terdaftar) milik FPI (Front Pembela …