Puluhan pria homo yang diamankan saat pesta narkoba dan seks sejenis di Sunter, Jakut.

MUI Apresiasi Pembubaran Pesta Nakoba dan Seks Menyimpang di Sunter

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengapresiasi tindakan cepat dan tepat yang dilakukan Kepolisian Resort Jakarta Pusat atas penggerebekan sebuah rumah yang diduga telah terjadi pesta narkoba dan seks sesama jenis di Sunter, Jakarta Utara, Ahad dini hari, 30 September 2018.

“Komisi Kumdang MUI mengapresiasi tindakan cepat dan tepat dari aparat kepolisian Polres Jakarta Pusat dengan membubarkan acara tersebut dan mencokok para pelakunya tanpa ada kompromi,” ungkap Sekretaris Kumdang MUI HM Luthfie Hakim dalam pernyataan tertulisnya, Senin 1 Oktober 2018.

MUI, dalam hal ini Komisi Hukum dan Perundang-undangan, mengecam keras dan sangat mencela kegiataan yang diduga sebagai pesta narkoba dan seks sesama jenis tersebut sebagai perbuatan terkutuk yang sangat terlarang dalam ajaran agama.

“Kecaman ini bukan semata untuk mencela perbuatan para pelaku pesta namun juga demi prevensi umum agar masyarakat tidak terbawa arus perilaku serupa,” kata Luthfie.

Komisi Kumdang MUI, lanjut Luthfie, juga mengapresiasi dan meneguhkan penggunaan diksi “perilaku seks menyimpang” yang disampaikan Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian.

Menurut Luthfie, upaya kalangan tertentu untuk menyatakan bahwa seks sesama sejenis bukan seks menyimpang hanya akan menyuburkan perilaku menyimpang itu dan yang lebih jauh lagi dikhawatirkan akan mendatangkan adzab yang pedih dari Allaah Ta’ala sebagaimana telah terjadi pada masyarakat masa lalu.

Sebelumnya Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek 23 pemuda yang diduga melakukan pesta narkoba diiringi dengan pesta seks sesama jenis di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Empat di antaranya dijadikan tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menetapkan empat orang sebagai pemilik 27 butir pil ekstasi. Masing-masing adalah DS sang pemilik rumah, DL, TM dan EK, yang diduga sebagai penyelanggara acara.

Salah seorang peserta mengaku jika pesta yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu merupakan pesta bujang antar-sejenis. Biasanya mereka melakukan perbuatan laknat tersebut di Bangkok, Thailand dan Singapura. [MS/dbs]

BACA JUGA!

Dubes Saudi Puji Reuni Akbar 212, Sekjen PBNU Meriang

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan protes keras terhadap Duta Besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *