Sabtu , 18 Agustus 2018

Muslim yang Katakan Puisi Sukma Bukan Penistaan, Lebih Menyakitkan

image_pdfimage_print

Jakarta (Pikiran Umat) – Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul Ibu Indonesia disebut-sebut sarat penistaan dan menimbulkan gaduh di tengah ketenangan umat Islam.

Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), KH Athian Ali M Dai mengatakan, umat Islam sudah berusaha menahan diri dengan adanya puisi yang menistakan agama tersebut. Akan tetapi, kemudian justru bermunculan sebagian umat Islam yang menyatakan bahwa itu bukan penistaan agama.

Padahal, menurut Kiyai Athian, puisi Sukmawati tersebut sudah jelas merupakan penistaan agama tentang syariat Islam, khususnya tentang azan dan cadar.

Karena itu, menurutnya, jika ada umat Islam yang menyatakan bahwa itu bukan penistaan, maka hal tersebut justru lebih menyakitkan.

“Muslim yang mengatakan bukan penistaan lebih menyakitkan. Jadi bagi umat Islam lebih menyakitkan lagi di saat umat Islam sakit dengan penistaan ini dan mereka menahan diri, datang pula celetuk pernyataan seperti itu,” ujar Kiyai Athian saat dilansir Rol, Kamis (5/4/2018).

Kiyai Athian mengimbau, sebaiknya masyarakat yang mengatakan bahwa itu bukan penistaan agama bisa lebih menahan diri, sehingga umat Islam tidak lebih sakit. Karena, dalam puisi Sukmawati menyinggung sesuatu yang sakral dalam Islam.

“Ya jelas penistaan, karena kalimat-kalimatnya jelas penistaan. Bayangkan, membandingkan suara azan yang merupakan sesuatu panggilan mulia kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat,” ujarnya.

KH Athian sangat menyayangkan puisi Sukmawati tersebut. Ia juga merasa heran dengan masih adanya masyarakat Indonesia yang menista kesucian agama Islam.

Meski demikian, Kiyai Athian mengatakan, bahwa kasus penistaan agama ini biar hukum yang menentukan.

“Ya biar lah hukum nanti yang menentukan saja apakah ini penistaan atau tidak. Dan sebagian umat Islam sudah melakukan itu, melaporkan ada yang ke Mabes, ada yang di Jawa Timur. Itu kan sudah betul langkah-langkah umat Islam itu,” katanya.

“Soal nanti itu bahwa terbukti penistaan apa tidak, menurut kita penistaan. Tapi, bisa jadi menurut yang lain tidak. Buktikan saja secara hukum kan gitu,” pungkasnya. (FH)

Baca Juga

Sukmawati Laporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Mabes Polri

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Putri mendiang Presiden Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Imam Besar Front Pembela …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *