Senin , 20 Agustus 2018

Nakhoda Baru GNPF-Ulama

image_pdfimage_print

Muncul dengan kepengurusan baru, GNPF-Ulama segera menggelar Ijtima’ Ulama dan Tokoh se-Indonesia.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) adalah sebuah organisasi taktis yang fenomenal. 2 Desember 2016 lalu, GNPF-MUI memecahkan rekor pelaksanaan aksi terbesar dalam sejarah Republik Indonesia, bahkan dunia. Lima juta lebih umat Islam berkumpul di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, untuk menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, Gubernur DKI Jakarta saat itu.

Tak berhenti pada sekali aksi, GNPF-MUI pun lantas mengawal pelaksanaan sidang kasus Ahok. Hingga pada Oktober 2017, atas pertimbangan tertentu, nama MUI pada GNPF dihilangkan dan diganti menjadi GNPF-Ulama. Sayangnya, pasca mengumumkan perubahan nama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menjadi GNPF-Ulama, nama GNPF seolah-olah tenggelam. Even reuni aksi 212 pada 2 Desember 2017 pun dihelat oleh Presidium Alumni 212 yang kemudian diubah namanya menjadi Persaudaraan Alumni 212.

Di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin siang 12 Maret 2018, menjadi babak baru bagi GNPF Ulama. Kumpulan sejumlah tokoh Islam dan ulama yang didirikan akhir 2016 ini menggeliat kembali. Bukan hanya namanya yang baru, kepengurusan baru pun diumumkan dengan disaksikan oleh sejumlah ulama dan tokoh umat seperti KH. Abdul Rasyid AS, KH. Abdullah Djaidi, KH. A Shobri Lubis, H. Fikri Bareno, Hj Nurdiati Akma, H. Munarman, Eggi Sudjana, Slamet Maarif, A. Dolli Kurnia, H. Nazar Haris, Haikal Hasan, H. Dani Anwar, HM Aru Syeif Assadullah, H. Muhammad Achwan, H. Asep Syaripudin, H. Nur Sukma, dan puluhan tokoh lainnya.

Kini, Ketua GNPF yang semula dijabat Ustaz Bachtiar Nasir, amanah tersebut diemban oleh Ustaz Yusuf Muhammad Martak, seorang pengusaha, aktivis organisasi Islam dan juga pengurus harian MUI Pusat.

Yusuf Martak juga merupakan kerabat, persisnya keponakan dari Faradj bin Said bin Awadh Martak (1897-1962), seorang saudagar Arab-Indonesia yang memiliki rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 yang dihibahkannya kepada Ir. Soekarno. Di rumah tersebut Fatmawati kemudian menjahit sendiri Bendera Merah Putih pada malam sebelum proklamasi. Keesokan harinya, 17 Agustus 1945, rumah tersebut dijadikan tempat dikumandangkannya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lengkap dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Sementara posisi Sekretaris Jenderal yang semula dijabat oleh Munarman, kini posisi tersebut kembali kepada KH Muhammad Al Khaththath (MAK). MAK adalah Sekjen Forum Umat Islam (FUI) sejak 2005 lalu sekaligus Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Shalat Subuh (GISS).

Sebelumnya, struktur GNPF memang pernah mengalami perubahan. Awal terbentuk pada Oktober 2016 silam, GNPF hanya terdiri dari Dewan Pembina, Ketua, Wakil Ketua dan Bendahara. Lalu, tak lama kemudian ditambahkan Sekjen yang saat itu diamanahkan kepada Ustaz MAK. Formasi ini kemudian berubah, dengan penggantian Sekjen dan ketua bidang. Munarman, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), saat itu didapuk menjadi Sekjen GNPF, sementara Ustaz MAK menjadi salah satu ketua bidang.

Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, Habib Muhammad Rizieq Syihab, melalui rekaman suara dari Mekkah Al Mukarommah menegaskan, perubahan-perubahan yang terjadi di tubuh GNPF ini tidak berarti gerakan ini mengalami perpecahan sebagaimana tersiar di luar sana. GNPF, kata Habib Rizieq, masih solid.

“Saya bangga dengan pertemuan hari ini, karena pertemuan ini sekaligus menjawab berita hoaks dan bohong yang sengaja diembuskan oleh orang tidak bertanggungjawab tentang keretakan di dalam GNPF ulama,” kata Rizieq.

Habib Rizieq menyebut perubahan tersebut hasil musyawarah para pendiri dan pengurus GNPF dengan mempertimbangkan berbagai macam usul. “”Hanya sekarang ada perubahan, dari kepemimpinan Ustaz Bachtiar yang bersifat sentralistik menjadi kolektif kolegial,” kata Habib.

Ustaz Yusuf Muhammad Martak menyebut perubahan pucuk pimpinan GNPF ini hanyalah dalam rangka penyegaran dan pemutakhiran belaka. Tak ada yang istimewa. Sekarang, kata Yusuf, kepemimpinan berbentuk presidium.

“Untuk mengefektifkan manajemen organisasi saja. Kepemimpinan GNPF-Ulama bersifat kolektif kolegial dan secara bergilir melakukan rotasi dan reposisi tanpa ada pengurangan jumlah anggota pimpinan GNPF-Ulama. Jumlah keanggotaan kepemimpinan GNPF Ulama malah akan ditambah,” ungkap Yusuf.

Ustaz MAK pun berpendapat sama. Menurut dia, perubahan-perubahan struktural GNPF adalah sesuatu yang amat biasa. Tak perlu ada yang diributkan. Bahkan, cerita MAK, awal pendirian GNPF pun juga “santai”, hasil kumpul-kumpul para tokoh, ulama dan habaib di sebuah resto di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

“Jangan baperan. Dulu kita buat GNPF ini kan ya santai saja. Antum ketuanya, antum wakilnya, antum bendahara. Ditunjuk-tunjuk begitu aja,” kata Ustaz MAK.

Salah satu pengurus GNPF, yang tidak berkenan disebut namanya, kepada Suara Islam Onlinejuga berkomentar santai tentang perubahan ini. “Sekadar mempermudah koordinasi saja. Sebelum ini kesibukan dan padatnya jadwal UBN (Ustaz Bachtiar Nasir, red) membuat rapat-rapat rutin susah terlaksana,” kata dia.

Penggantian Sekjen dari Munarman ke MAK, disebutnya sebagai upaya untuk menghindari kesan adanya dominasi FPI. Diketahui, bukan hanya Habib Rizieq sebagai Ketua Dewan Pembina GNPF, beberapa tokoh GNPF juga merupakan pimpinan FPI, seperti KH Misbahul Anam (Ketua Majelis Syuro FPI), KH A Shobri Lubis (Ketua Umum FPI), Munarman (Sekum FPI), Habib Muchsin bin Zeid Al Attos (Imam FPI Jakarta), dan lainnya.

Ijtima’ Ulama dan Tokoh Umat

Bukan hanya mengumumkan kepengurusan baru, GNPF-Ulama juga mengumumkan rencananya yang akan menyelenggarakan Ijtima’ Ulama dan Tokoh Umat se-Indonesia pada April 2018 di Jakarta. Dalam kongres tersebut, GNPF akan menyoroti sejumlah isu yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat Islam.

“Tujuan kongres umat Islam untuk menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tengah umat, termasuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019,“ ujar Ustaz Yusuf.

Menurut dia, kongres ini akan membahas berbagai isu seperti memperkuat persatuan umat dalam menghadapi tahun politik, sikap umat Islam dalam Pilkada dan Pilpres agar dapat menghasilkan pimpinan yang membawa kemaslahatan bagi umat.

“Kami ingin mengedukasi umat di tahun polutik ini terutama terkait perhelatan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 agar umat memahami dan menentukan calon pemimpin yang layak dipilih sesuai rekam jejak yang bersih dan kompetensinya,” ucapnya.

Persatuan umat, lanjut dia, penting dijaga di tengah terpaan isu-isu utama yang rentan memecah belah dan tren berita palsu (hoaks). “Concern kami terutama untuk menjaga spirit GNPF-MUI yang berhasil mengatasi permasalahan penista agama dan mempersatukan umat,” tuturnya.

Selain isu politik dan berita hoaks, menurut Yusuf, masih banyak isu-isu utama Iain yang perlu mendapat perhatian khusus dari umat Islam, seperti kasus kriminalisasi dan anarkisme terhadap ulama.

“Khusus terkait kasus kriminalisasi dan anarkisme terhadap ulama, GNPF-Ulama mengapresiasi langkah penegak hukum untuk memproses kasus tersebut. GNPF-Ulama juga mengimbau agar keadilan ditegakkan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kasus kriminalisasi dan anarkisme terhadap ulama memang benar terjadi dan bukan bohong belaka. Sebab GNPF-Ulama terlibat langsung dalam proses pembuktiannya.

“Sepanjang evaluasi kami, kasus ini juga cenderung terorganisasi dan sistematis seperti pernyataan Pak Din Syamsuddin,” paparnya.

Menyikapi cepat berkembangnya isu-isu utama di tengah umat, dia menilai, GNPF-Ulama akan terus menyuarakan aspirasi untuk membantu pemerintah menegakkan keadilan dan menjunjung tinggi hukum. “Tujuannya agar pemerintahan dapat berjalan efektif sehingga tidak terpecah konsentrasinya daiam pembenahan bidang ekonomi,” ucapnya. [SR]

Baca Juga

Di Sela Inspeksi Persiapan Haji, Fadli Zon Temui Habib Rizieq di Mekkah

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, diketahui tengah mengunjungi Kerajaan Arab Saudi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *