Narasi Radikalisme; Absurd dan Tendensius

Di dalam sebuah forum diskusi, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menyatakan bahwa ada Ulama Arab yang lari ke Indonesia membawa uang jutaan dollar untuk menyebarkan paham radikal. Menurutnya, Ulama Arab yang lari tersebut adalah yang lolos dari penangkapan otoritas Arab Saudi (www.gatra.com, 16 Agustus 2019). Tentunya menurutnya pula, ini adalah trend baru penyebaran paham radikal.

Banyak pihak yang menyesalkan pernyataan Mahfud MD tersebut. Di antaranya Anton Tabah menilai bahwa tidak layak seorang tokoh nasional seperti Mahfudz ini melakukan kegaduhan berulang kali (news.beritaIslam.org, 19 Agustus 2019).

Din Syamsuddin menyatakan bahwa pernyataan Mahfud tersebut meresahkan. Kalau memang mengetahui lebih baik langsung dilaporkan kepada polisi, biar jelas (kiblat.net, 19 Agustus 2019).

Dari pernyataan Prof Mahfud tersebut, ada beberapa hal yang patut dicermati bersama sebagai berikut ini.

Pertama, sejak tahun 2017 terjadi penangkapan besar – besaran yang menyasar aktivis HAM, wartawan, peringgi bisnis hingga ulama moderat di Arab Saudi, seperti dikutip oleh The Middle East Monitor.

Seperti dikutip oleh Jawapos.com tanggal 2 Agustus 2018, ada dua aktivis perempuan yang ditangkap. Pada 23 Agustus 2018, Arab Saudi menangkap Imam Masjidil Haram, Syaikh Thalib. Mereka dinilai bertentangan dengan kebijakan kerajaan. Muhammad bin Salman sendiri berupaya mengarahkan Arab Saudi kepada paham Islam Moderat.

Artinya, siapapun yang dinilai melakukan pembangkangan terhadap kebijakan pemerintahan menjadi sasaran penangkapan.

Kedua, Dengan menyatakan ada ulama Arab yang menyebarkan paham radikal, mengindikasikan adanya diskriminasi terhadap sebuah bangsa tertentu, yang dalam hal ini adalah bangsa Arab.

Patut diketahui bersama bahwa bangsa Arab memiliki hubungan yang erat dengan Nusantara ini. Paling tidak terlihat dalam dua hal yakni hubungan sosial budaya dan hubungan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA!

Ijtima’ Ulama IV, Angin Segar bagi Umat

Inilah jawaban dari segala penasaran yang menggelayut di benak umat. Kemanakah arah alumni 212 akan …