Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam acara Muktamar Khilafah 2013 di GBK. [TEMPO]

Negara yang Dirindukan

Dalam kurun 1300 tahun Islam menguasai dunia dan telah menjadi negara adidaya dengan sebutan Daulah Islamiyyah di Madinah al Munawarah, dipimpin oleh seorang yang mulia baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sepeninggal beliau, kepemimpinan digantikan oleh sahabat mulia Abu Bakar Ash Shidiq yang disebut khalifah (pengganti) negara khilafah kemudian berlanjut terus hingga khalifah terakhir Abdul Hamid II di Turki Utsmani.

Waktu itu hanya ada satu pemimpin yaitu khalifah dan hanya satu negara yaitu khilafah. Sumber hukumnya pun satu yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dulu hanya ada satu bendera yaitu La Illaha Illallah Muhammadur Rasulullah, Muslim maupun non Muslim hidup rukun, damai sejahtera.

Pada masa itu pendidikannya gratis, semua difasilitasi oleh negara sehingga tak heran muncullah para ilmuwan Muslim seperti Ibnu Al Haitsami, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi dan masih banyak lagi. Dulu kota-kota terbesar di dunia itu adalah kota-kota Islam, salah satunya adalah Istanbul ibu kotanya Khilafah Utsmaniyyah yang menjadi primadona dunia pada 1950.

Dulu Cordoba memiliki 70 perpustakaan, 900 tempat pemandian umum, 300 masjid dan 50 maristan (rumah sakit) yang bisa di akses oleh sekitar satu juta penduduknya. Serta para Muslimah juga melahirkan generasi-generasi hebat seperti Muhammad Al-Fatih yang menaklukan Kota Konstantinopel, Shalahuddin Al-Ayyubi pembebas al-Quds Palestina.

Pada masa Khalifah al-Mu’tashim Billah, kehormatan wanita terjaga. Ketika seorang Muslimah jilbabnya disingkap oleh salah seorang Romawi, ia segera menjerit dan meminta tolongan kepada Khalifah: Wa Islama wa mu’tashima!, “Di mana Islam dan di mana Khalifah Mu’tashim?” Ketika mendengar jeritan Muslimah tersebut, khalifah serta merta bangkit dan memimpin sendiri pasukannya untuk membela kehormatan sang Muslimah yang dinodai oleh seorang pejabat kota tersebut (waktu itu masuk dalam wilayah kekaisaran Romawi). Kepala Negara Daulah Khilafah Islamiyah ini mengerahkan ratusan ribu tentaranya ke Amuriyyah-perbatasan antara Suriah dan Turki.

Semua itu hanya terjadi dalam khilafah Islam. Dulu Islam adalah mercusuar yang menerangi dunia dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat itu, ketika orang membicarakan Islam yang terpikirkan adalah cerdas, pintar, kaya, hebat, keren, tinggi, bersih, maju dan segudang kemuliaan lainnya.

Bagaimana sekarang? Sejak runtuhnya peradaban adidaya Islam yang terakhir. Daulah Khilafah Turki Utsmaniyyah 1924 Masehi. Atas pengkhianatan laknatullah Kemal Attaturk yang menjadi kaki tangan Inggris dan sekutunya, kaum Muslimin bagaikan kehilangan perisai yang menjadi pelindung, bagaikan anak ayam di tengah-tengah kawanan serigala.

Kini kaum Muslimin menjadi lemah tanpa khilafah. Menjadi rentan karena cinta yang telah hilang dari institusi pemersatu umat dengan hukum syariahnya itu yang mampu menyanjung dan melindungi jiwa dan harta kaum Muslimin begitu juga yang non Muslim.

BACA JUGA!

Menabur Benih Perdamaian

“Saya belum pernah melihat gambar yang mengerikan dalam hidup saya daripada yang saya lihat kemarin. …