Ilustrasi:Seorang anak membaca Alquran di serambi Masjid Istiqlal Jakarta.

Pemimpin Idaman, Sosok Ideal yang Siap Terapkan Alquran

Dewan Ikatan Dai Aceh mengusulkan adanya tes baca Alquran bagi kedua paslon (pasangan calon). Mereka mengundang Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga untuk hadir baca Al Quran di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Usulan tersebut ditanggapi serupa tak sama oleh kedua paslon. Kubu Prabowo-Sandiaga memandang hal tersebut tidaklah penting mengingat esensinya adalah menerapkan isi Al-Quran sesuai dengan bingkai demokratis. Bagi paslon Joko Wi-Makruf pun setali tiga uang, syarat-syarat pemimpin yang ditetapkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dinyatakan cukup karena berasas pada UU’45 dan Pancasila. Namun, jika tes tersebut tetap mesti ada, pasangan ini siap untuk menjalani.

Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia. Adanya Islam dan Al-Quran sudah pasti mesti diindahkan dalam bacaan, pemahaman, berlebih lagi pada penerapannya secara kaffah.

Adapun baca Al-Quran di dalam Islam adakah sebuah ibadah yang bernilai sunah. Setiap huruf yang dilafalkan akan menjadi amal kebaikan bagi yang membacanya.

Tes baca Al-Quran untuk kedua paslon Pilpres jika diafiliasikan untuk menghentikan mengakhiri polemik keislaman Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga juga diharapkan dapat meminimalkan politik identitas yang sudah terlanjur diggaungkan oleh pendukung kedua pasangan calon, tentu saja tidak bisa dibenarkan. Mengingat tes baca tidaklah otomatis mencerminkan paslon sebagai calon pemimpin yang loyal terhadap Islam dan kandungan Al-Quran sebagai pedoman hidup.

Indonesia sudah darurat dengan adanya kepemimpinan dan pemimpin idaman. Yang adanya bukan sekadar pandai melafalkan Al-Quran, tapi totalitas kepada pemahaman dan penerapannya.

Sebagai negeri Muslim, sudah seharusnya Indonesia menjadikan Al-Quran sebagai kitabullah dan Hadist Rasulullah sebagai rujukan dalam menentukan model kepemimpinan dan sosok pemimpin idamannya.

BACA JUGA!

Erick Thohir Keliru, Kyai Ma’ruf Semakin Down

Makan malam Jokowi tanpa Cawapres Kyai Ma’ruf Amin (KMA) adalah blunder besar. Apalagi dikatakan kepada …