Ilustrasi:Seorang anak membaca Alquran di serambi Masjid Istiqlal Jakarta.

Pemimpin Idaman, Sosok Ideal yang Siap Terapkan Alquran

Rakyat hidup aman sejahtera terpenuhi segala kebutuhannya. Hubungan yang harmonis saling berdampingan dalam ketaatan dengan pemimpinnya. Tidak ada saling aniaya. Jika penguasa khilaf menetapkan kebijakan yang menyusahkan rakyatnya, maka Islam mengindahkan muhasabah rakyat bagi penguasa. Semua dilakukan semata-mata guna menggapai ridho Allah Subhanahu wata’ala. Ia akan merasa takut jika terabaikan karena kelak di yaumil hisab akan dimintai pertanggugan jawabnya.

Ketiga, Tablig berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya. Ia pun bermakna seorang pemimpin memiliki komunikasi yang apik dan terbuka terhadap rakyat yang dipimpinnya. Lisannya menggugah, menyejukkan. Jauh dari hujatan apalagi cacian. Oleh karena itu komunikasi merupakan kunci terjalinnya hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat.

Sebagai contoh, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh seorang perempuan hamil yang mengaku telah berbuat zina. Si perempuan menyampaikan penyesalannya kepada Rasul dan berharap diberikan sanksi berupa hukum rajam. Hal ini terjadi karena sebagai seorang pemimpin Rasulullah membuka diri terhadap umatnya dengan kearifan berkomunikasi.

Keempat, fathonah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat. Kecerdasan pemimpin akan membantu dia dalam memecahkan segala macam persoalan yang terjadi di masyarakat. Ia akan sigap mengatasi berbagai problematik rakyatnya karena dengan kecerdasannya ia akan mampu menentukan solusi tepat. Setelah menetapkan solusi dari setiap permasalahan yang dihadai dengan merujuk kepada Al-Quran dan As-Sunah.

Sosoknya yang cerdas akan menjadi modal juga untuk mencerdaskan rakyat yang dipimpinnya. Bukan semata dalam akademik, kecerdasannya karena ketundukpatuhan kepada aturan Islam.

Kecerdasan pemimpin tentunya ditopang dengan keilmuan yang mumpuni, ilmu dunia berlebih ilmu akhirat. Ilmu bagi pemimpin yang cerdas merupakan bahan bakar untuk terus melaju di atas roda kepemimpinannya.

Pemimpin yang cerdas selalu haus akan ilmu, karena baginya hanya dengan keimanan dan keilmuan dia akan memiliki derajat tinggi di mata manusia dan juga pencipta. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an.

BACA JUGA!

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai 180 juta plus 30 ribu USD dari …