Muslim Uighur

Pemimpin Muslim, Kemana Mereka Memihak ?

Saudara satu akidah diabaikan, pembunuh diberi sejuta harapan dan kebaikan. Tampaknya kalimat ini yang tepat untuk menggambarkan tidak adilnya pemimpin dunia saat ini meskipun mereka mengaku Islam. Sikap Nasionalisme dan cinta dunia membuat mata hati mereka tertutup untuk melihat banyaknya kaum muslimin yang dibunuh. Salah satunya kasus di Uighur. Fitnah dan penyiksaan keji masih dirasakan oleh etnis Uighur di Xianjiang, Cina.

Etnis Uighur merupakan etnis minoritas di Cina. Kerap didiskriminasi pemerintah setempat, PBB menyatakan negara itu telah mengubah wilayah otonom Uihur, Xinjiang, menjadi sel raksasa dengan label tiada zona asosiasi. Senada Human Right Watch, Cina sengaja membentuk kampung penahanan yang diisi dengan pembatasan praktik ibadah dan indoktrinisasi politik. Perlakuan Cina terhadap etnis Uighur dilatari perbedaan agama dan keyakinan untuk menindas Uighur yang merupakan keturunan Muslim Turki asli Asia Tengah. (Liputan6.com)

Faktanya terlihat jelas di depan mata bahwa tangan pemerintahan Cina telah berlumur darah kaum Muslimin. Berharap untuk mendapatkan pertolongan dari pemimpin Islam yang terjadi sebaliknya mereka bungkam bahkan mendukung tindakan keji yang dilakukan pemerintah Cina terhadap Muslim Uighur.

Dikutip dari KIBLAT.NET, Beijing- Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman mendukung pembangunan kampung konsentrasi untuk Muslim Uighur. Dia mengatakan bahwa tindakan Cina itu dapat dibenarkan. “Cina memiliki hak untuk melakukan pekerjaan anti-terorisme dan ekstrimisme untuk keamanan nasionalnya,” kata Muhammad bin Salman, yang telah berada di Cina menandatangani banyak kesepakatan dagang pada Jumat (22/02/2019).

Perlakuan orang-orang kafir terhadap kaum Muslimin telah Allah sampaikan di dalam Al Qura’an yang artinya: “Mereka (kaum kafir) tidak pernah berhenti memerangi kalian (kaum Muslim) sampai mereka bisa mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) andai saja mereka sanggup.” (TQS al-Baqarah [2] :217).

Fakta-fakta di atas membuka mata kita bahwa pemimpin dunia bahkan yang mengaku beragama Islam pun memihak pada penjajah. Tidak ada yang bisa menolong kaum Muslimin dunia yang sedang terzalimi, kecuali pertolongan Allah dengan tegaknya Syariah dan Khilafah.

Mengapa Syariah dan Khilafah?. Karena hanya hukum dan sistem dari Allah lah yang mampu melindungi hak-hak kaum Muslimin maupun orang-orang kafir. Bukan hukum dan sistem buatan manusia yang jelas-jelas semakin hari semakin terlihat dzolim dan perlahan-lahan mulai nampak kehancurannya. Kapitalisme dan Komunisme tidak akan pernah mampu menyelesaikan berbagai macam problematika kehidupan umat.

Rasulullah sallahhualaihi wassalam bersabda, “Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana perisai. Kaum Muslim akan berperang dan berlindung di belakang dia,” (HR al-Bukhari dan Muslim). Mengapa hanya Imam / Khalifah yang disebut perisai? Karena, dialah yang satu-satunya akan bertanggungjawab.

Rasulullah sallahualaihi wassalam bersabda, “Imam/Khalifah itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggungjawab kepada rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu. keberpihakan pemimpin Islam di sistem saat ini sangat jelas yaitu memihak kepada kaum kafir yang memerangi dan menindas kaum Muslim. Umat Muslim dan dunia butuh pemimpin yang hanya takut pada Allah dan pemimpin yang sadar apa yang dilakukannya akan ada hari pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.

Ketakutan kepada Allah bukan hanya dia ucapkan hanya sekedar lisan saja tapi juga harus tindakan yang takut menzalimi kaum muslim dan menyakiti kaum kafir yang tidak memerangi kaum muslimin. Tidak ada jalan lain selain memahamkan umat tentang wajibnya penerapan syariah dan Khilafah sampai mereka ikhlas menerimanya dan berlanjut kepada penerapan hukum Allah dengan tegaknya sistem Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin. Wallahualambissawab.

[Tesya Ridal, ST]

BACA JUGA!

Liberalisasi, Generasi Semakin Rusak

Baru-baru ini ada pemberitaan yang membuat miris yakni MT, mantan Kepala Sekolah di Kabupaten Soppeng, …