Pendiri dan Ketua Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF), H. Priyadi Abadi.

Pendiri IITCF Luncurkan Muslim Holiday Konsorsium

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Pendiri sekaligus Ketua Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF), H. Priyadi Abadi, meluncurkan Muslim Holiday Konsorsium. Konsorsium ini dimaksudkan untuk menggarap wisata halal di Nusantara dan Mancanegara.

Priyadi mengatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas penduduknya Muslim harus lebih maju dibanding dengan negara lain.

“Jangan sampai malah justru tertinggal. Bahkan, Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat wisata halal dunia,” ujar Priyadi saat peluncuran Muslim Holiday Konsorsium di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2018).

Priyadi juga akan terus mengedukasi masyarakat dengan merubah mindsetnya, bahwa selama ini mindset masyarakat misalkan bila ingin berlibur ke Jepang, Korea, Eropa pasti akan pesan ke travel umum, sebenarnya travel muslim juga mampu menggarap wisata muslim di luar umrah dan Haji. “Memang ini tidak mudah dan butuh waktu,” tuturnya.

Selain mengedukasi masyarakat di bidang pariwisata, Priyadi pada tahun lalu juga telah merintis terobosan untuk menyatukan produk Travel Muslim melalui konsorsium untuk memberikan layanan kepada wisatawan muslim yang ingin travelling ke mancanegara dengan konsep Islami. Namanya Muslim Holiday Konsorsium.

Lahirnya Muslim Holiday, tambah Priyadi, sebagai bentuk keprihatinan karena masih minimnya travel muslim yang menggarap pasar wisata Muslim.

“Mayoritas travel muslim yang ada masih bermain di zona aman, yakni menggarap pasar haji dan umrah. Masih sangat sedikit, kurang dari 20 persen, yang menggarap pasar wisata muslim. Akibatnya, pasar wisata muslim yang prospektif dan potensial ini masih dipegang oleh travel umum,” ujarnya.

Priyadi menjelaskan, saat ini dirinya memiliki dua agenda besar melalui IITCF yang concern pada edukasi, berbagi dan bersinergi antarsesama travel muslim, khususnya dalam menggarap wisata muslim. Begitu juga rutin mengadakan pelatihan wisata muslim (edutrip) di dalam maupun luar negeri. Edutrip tersebut diikuti oleh para pemilik travel muslim, tour leader maupun tour planner.

Sementara Muslim Holiday Konsorsium membuat paket-paket tour muslim dan produk tersebut dijual secara bersama, sehingga lebih efisien dan dapat saling membesarkan travel-travel muslim yang tergabung dalam konsorsium tersebut.

Tentu saja, untuk bergabung dalam konsorsium tersebut, ada aturan main atau komitmen bersama yang harus dipatuhi.

“Salah satu yang terpenting adalah harga jual harus sama, Tidak boleh ada yang menjual lebih murah atau lebih mahal dari harga yang sudah ditetapkan oleh konsorium. Intinya, semua travel muslim yang bergabung dalam Muslim Holiday Konsorium harus amanah,” pungkas Priyadi. [MSR]

Baca Juga

NTB Siapkan Diri Bangun Wisata Halal

Mataram (PIKIRANUMAT) – Pemerintan Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan, sejak dua tahun lalu sudah mulai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *