Aksi unjuk rasa di kawasan Jl MH Thamrin.

People Power dan Perubahan Masyarakat

Tanggal 21 – 22 Mei 2019 menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia melakukan aksi bersama di depan Kantor Bawaslu Jakarta. Mereka menyuarakan rasa keadilan terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama penyelenggaraan pemilu 2019. Aksi yang awalnya damai tersebut, kemudian berujung ricuh, bahkan ada korban yang meninggal dunia (tirto.id, 22 Mei 2019).

Berkat adanya aksi massa ini, istilah People Power menjadi bahan perbincangan publik baik sebelum maupun selama aksi berlangsung. Bahkan yang sedianya secara vulgar menggunakan istilah People Power harus legowo untuk menyebut aksi sebagai sebuah Gerakan Kedaulatan Rakyat (independensi.com, 17 Mei 2019).

Seputar People Power

Gerakan People Power menurut Nicholas Henry (2011) merupakan perubahan politik yang dilangsungkan secara tiba – tiba dan dramatis. Memobilisasi massa untuk tujuan menggulingkan rejim negara. People Power adalah bagian dari perlawanan tanpa kekerasan.

Menurut Asmawan Patrick (inspiratormedia.id, 21 April 2019), bahwa people power itu istilah bahasa Inggris yang artinya kekuatan rakyat. Walaupun istilah People Power baru dipopulerkan di Indonesia tahun 1998, untuk menyebut gerakan menumbangkan orde baru. Hanya saja menurutnya, semua gerakan massa baik dengan tujuan menggulingkan kekuasaan dan atau tujuan politik lainnya, bisa disebut sebagai People Power. Pengumpulan massa yang besar di musim – musim kampanye termasuk bagian dari People Power. Jadi menurutnya, People Power bukanlah gerakan makar.

Sedangkan warta ekonomi menurunkan sebuah artikel dari Clara Aprilia yang mendefinisikan People Power sebagai upaya penggulingan presiden secara paksa melalui aksi demonstrasi rakyat. Presiden dinilai telah melanggar konstitusi atau melakukan penyimpangan dalam bentuk berbagai kedholiman.

Menilik dari beberapa definisi People Power di atas, bisa ditarik benang merah bahwa gerakan People Power ini merupakan bagian dari mekanisme suksesi kepemimpinan di dalam Demokrasi. Tatkala suksesi kepemimpinan yang wajar melalui pemilu tidak bisa diharapkan. Ibaratnya gerakan People Power ini adalah sebuah pintu darurat ketika perubahan menghendaki dilakukan secara mendadak dan demonstratif guna mengakhiri kedholiman.

Beberapa gerakan People Power yang pernah terjadi di dunia memperkuat kesimpulan kami tentang People Power. Berikut ini adalah gerakan people power yang pernah terjadi.

Gerakan rakyat yang berhasil menggulingkan diktator Marcos di Philipina pada tahun 1986. Rejim Marcos yang berkuasa sekitar 20 tahun, di periode 1973 – 1986 memerintah dengan dekrit. Dugaan suap, manipulasi dan pelanggaran HAM yang menjadikan Marcos harus diturunkan secara paksa melalui sebuah pemilu yang demokratis. Mayoritas rakyat tidak mengakui kemenangan Marcos, sehingga akhirnya Qorazon Aquino yang diusung rakyat bisa melenggang menjadi presiden Philipina.

Tragedi tahun 1989 di lapangan Tiananmen China. Gerakan mahasiswa dan rakyat yang menuntut adanya stabilitas ekonomi dan korupsi. Akhirnya gerakan ini merembet menjadi gerakan pro demokrasi. Tentunya hal ini menimbulkan sentimen bahwa gerakan tersebut ditunggangi oleh Barat. Langkah yang diambil pemerintah China waktu itu adalah pembersihan paksa lapangan Tiananmen dari para demonstran.

Gerakan Arab Spring di Timur Tengah merupakan bagian dari gerakan People Power. Gerakan rakyat di Timur Tengah ini mampu menumbangkan beberapa rejim diktator di beberapa negara Timur Tengah. Di Mesir, Husni Mubarak tumbang digantikan oleh Mursi, yang selanjutnya dikudeta oleh Al – Sisi dari kalangan Dewan Militer. Di Libya, diktator Moammar Qaddafi juga tumbang. Adapun yang terjadi di Suriah, Diktator Bashar al Assad masih bertahan, justru memerangi rakyatnya sendiri. Dengan berbagai konspirasi, USA berusaha untuk mengambil hati rakyat. Hanya saja rakyat Suriah tidak menerima solusi – solusi tersebut. Perlawanan rakyat Suriah masih sedang berlangsung hingga saat ini.

BACA JUGA!

Menggapai Kebangkitan Hakiki

Wacana perubahan, menjadi topik hangat belakangan ini. Masyarakat menginginkan perubahan yang lebih baik. Kehidupan sulit …