Potret Perempuan: Barat Versus Islam

Pada akhir abad ke-17, marak tradisi pelelangan istri di Eropa. Puncak tradisi ini terjadi pada tahun 1780 dan 1850. Saat itu, di Brimingham, Inggris, sekitar 300 orang istri dijual.

Para istri yang dilelang diperlakukan dengan menyedihkan dan terhina. Mereka dipajang di tempat yang tinggi semacam panggung. Sementara leher-leher mereka diikat. Para suami merekalah yang memegang ikatannya. Kadang tali-tali itu diikatkan di pergelangan tangan atau pinggang. Lelang terus berlangsung hingga ada suami baru yang membelinya dengan harga yang disepakati.

Tradisi ini terus berlangsung hingga abad ke-18 dan 19. Namun, perdagangan perempuan masih berlangsung hingga awal abad-20, khususnya di Inggris. (kisahmuslim.com).

Fitnah Barat terhadap Islam

Potret perempuan Barat yang begitu kelam, menimbulkan traumatik di kalangan kaum hawa. Mereka memiliki trauma sejarah dengan gereja, negara dan kaum laki-laki. Maka, tak heran jika Barat sangat anti dengan aturan agama yang terkesan mengekang perempuan.

Rasa traumatik yang mereka rasakan digeneralisasi dengan sudut pemikiran Barat yang sekular. Kemudian apa yang mereka rasakan ditransfer ke negeri-negeri Muslim. Mereka menggeneralisasi bahwa Islam memperlakukan perempuan sebagaimana Barat memperlakukan mereka.

Maka, tak heran muncul berbagai fitnah di tengah umat bahwa Islam menkriminalisasi perempuan. Mereka menyebar hoaks bahwa poligami itu zalim, menutup aurat melanggar HAM, Islam tidak adil terhadap perempuan dan sebagainya. Padahal Islam telah mendudukkan wanita di tempat yang mulia. Dengan Islam, perempuan tidak memiliki trauma seperti yang mereka alami.

Islam Muliakan Perempuan

Islam menjaga dan memuliakan perempuan sesuai fitrahnya. Terukir dalam tinta emas sejarah. Bagaimana kisah Khalifah Al-Mu’tashim Billah membebaskan seorang muslimah yang dilecehkan Yahudi. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, yang disebut dengan Penaklukan kota Ammuriah.

Pada 837M, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah yang konon berasal dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar. yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Kainnya dikaitkanke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

BACA JUGA!

Wahai Muslimah, Begini Cara Berwudhu yang Benar

Wudhu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah yang hendak menjalankan ibadah shalat.