Puluhan Napi di Lapas Kembangkuning Hapus Tato

Amin Suma yang didaulat menyampaikan tausiyahnya pada kesempatan itu mengapresiasi para warga binaan terkhusus mereka yang beriktikad baik untuk bertobat dan berhijrah.

Ia memotivasi para napi bahwa mereka masih punya harapan dan kesempatan ke depan untuk hidup yang lebih baik lagi. “Anak-anak muda (para napi ini, red) masih punya harapan,” ujarnya.

Amin Suma pun mengapresiasi secara khusus salah seorang napi yang didaulat membacakan ayat suci Al-Qur’an di awal acara. Sang qori membacakan Surat Al-Mu’minun ayat 1-11. Ia berharap bacaan Qur’an napi tersebut semakin bagus lagi.

Dalam firman tersebut, Allah menjelaskan karakteristik orang beriman sebagai orang yang beruntung. Cirinya, antara lain mereka yang khusyuk dalam shalatnya.

Amin Summa mengajak para hadirin termasuk para napi untuk bisa khusyuk dalam beribadah. Menurutnya, khusyuk memiliki banyak pengertian. Salah satunya, yaitu meyakini 100 persen akan ketentuan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Napi Bersyukur

Para napi peserta hapus tato menyambut gembira hadirnya program tersebut di LP Kembangkuning. Mereka tampak bahagia dan antusias mengikuti kegiatan ini. Sejak pagi, sekitar 75 napi telah berkumpul di aula untuk mengikuti acara pembukaan. Mereka pun antusias mengikuti proses-proses penghapusan tato, mulai dari pendaftaran, pengecekan lab –sebagai salah satu syarat medis–, hingga penembakan sinar laser dengan alat khusus yang dibawa IMS ke Nusakambangan.

Para napi itu berharap, dengan penghapusan tato itu, akan mendukung upaya mereka untuk berhijrah, menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

DM, inisial salah seorang napi asal Garut, Jawa Barat, mengaku sudah lama berkeinginan menghapus tatonya. Begitu mendapat info akan ada acara hapus tato di LP Kembangkuning, ia pun segera mendaftarkan dirinya.

BACA JUGA!

Redam Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiah Kebangsaan

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Tausiah Kebangsaan, Jumat Malam, berisi tujuh …