Ilustrasi: Tsunami Banten

Resolusi 2019: Perubahan Hakiki Menuju Khilafah

Boleh jadi dibiarkan riba dan zina di negeri ini menjadi wasilah timbulnya berbagai bencana yang menimpa negeri. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda: “Jika zina dan riba telah merajarela di suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR al-Hakim).

Kita juga menolak lupa bagaimana kezaliman negeri ini terhadap Islam dan umatnya. Ulama dikriminalisasi menjadi biasa. Satu hari sebelum gempa dan tsunami Palu, Gus Nur ditetapkan menjadi tersangka kasus ujaran kebencian oleh Polda Sulawesi Tengah. Sementara Habib Bahar ditetapkan menjadi tersangka sebab kasus yang seolah direkayasa oleh Polda Jawa Barat.

Kasus pembakaran bendera tauhid yang memicu Aksi Bela Tauhid di sejumlah juga masih menyimpan luka. Bagaimana rezim dengan telanjang justru membela dan melindungi pelaku. Sebaliknya menjadikan HTI sebagai kambing hitam. Mirisnya, pelaku hanya divonis seminggu penjara dan denda “receh” Rp2000.-

Sejatinya musibah terbesar negeri ini adalah ketika syariat Allah Ta’ala dicampakkan. Inilah sumber rentetan musibah yang menimpa negeri ini. Maka seharusnya berbagai musibah ini menjadi muhasabah bagi kita semua agar kembali taat pada syariat.

Resolusi 2019

Begitulah kondisi negeri ini di tahun 2018. Maka tak heran jika Reuni Akbar 212 mendorong umat untuk bersatu padu dalam indahnya ukhuwah. Lelah dengan berbagai problematika negeri ini yang tak kunjung usai. Ditambah ujian berbagai musibah bencana alam yang datang tak diduga. Menjadi isyarat bahwa para penguasa terlalu durhaka terhadap syariat-Nya.

Tahun 2018 menjadi peringatan bahwa negeri ini sudah tak layak mempertahankan sistem rusak. Sekularisme, kapitalisme dan demokrasi sudah terlalu payah menopang negeri ini. Menimbulkan berbagai kehancuran di berbagai aspek kehidupan.

Di satu sisi umat sudah terlalu letih, hidup dalam kubangan sistem rusak. Sebab berbagai hukum dan kebijakan yang dibuat penguasa, terbukti tak pernah berpihak pada rakyat. Ditambah berbagai pencitraan semu yang menipu. Bukan solusi dan sejahtera yang seperti yang diharapkan. Sebaliknya rakyat kian didera berbagai derita. Sementara para penguasa dan pemilik modal tertawa bahagia di atas derita rakyat.

Maka hari ini kerinduan umat terhadap perubahan hakiki semakin besar. Dan arah perubahan ini tampak nyata menuju kebangkitan Islam. Ini dibuktikan dengan 13 juta kaum Muslimin bahkan non-Muslim pada Reuni Akbar 212. Mereka datang bukan digerakan oleh materi tapi karena keimanan dan ukhuwah. Serta gejolak rindu yang demikian besar terhadap kepemimpinan Islam.

BACA JUGA!

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai 180 juta plus 30 ribu USD dari …