Saat Bencana Kembali Menyapa

Indonesia kembali berduka, setelah beberapa waktu yang lalu Lombok di guncang gempa beberapa kali dengan dahsyatnya, lalu disusul kabupaten Donggala, Kota Palu, Sulawesi Tengah juga diguncang gempa dan tsunami, beberapa pekan terakhir ini tsunami kembali melanda kota Anyer dan Lampung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat tsunami di pesisir Banten.

“Data dampak tsunami sampai dengan 23 Desember 2018 sampai pukul 10.00 WIB, data sementara jumlah korban meninggal, 62 orang meninggal dunia, luka-luka 584 orang, hilang 20 orang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Ahad (23/12/2018) www.detik.com. Adapun jumlah korban dipastikan bisa bertambah sesuai dengan pencarian selanjutnya.

Sungguh miris, bencana demi bencana terus melanda negeri ini. Terkait bencana alam ini maka kita sebagai seorang muslim sebaiknya merenung, apakah ini kejadian alam atau sebagai teguran dari Allah untuk Indonesia. Kita seharusnya menyadari bahwasannya kita adalah makhluk yang lemah, terbatas, dan sangat tidak pantas untuk melanggar aturan Allah yang begitu sempurna dan sesuai fitrah manusia. Memang, jika kita memandang banyak sekali terjadi kemaksiatan di negeri yang serba bebas dan serba permisif ini. Kemaksiatan begitu merajalela mulai seks bebas, LGBT, narkoba, miras, hingga korupsi. Bahkan kemaksiatan adalah pemandangan yang dianggap lumrah untuk saat ini. Tidak hanya itu, saat ini Syariat Islam dilecehkan, ulama dipersekusi, dan ormas Islam yang kritis di dholimi, Na’udzubillah Inilah kemaksiatan di negeri ini.

Dari bencana demi bencana tersebut, banyak korban jiwa yang berjatuhan dan banyak pula yang harus mengungsi di tenda darurat. Sebagai orang yang beriman musibah ini adalah peringatan agar kembali ke jalan Allah Swt serta tidak lelah untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar agar Allah memberkahi kehidupan manusia yang ada di bumi. Sebagaimana kita diperintahkan untuk senantiasa mengamalkan al qur’an dan as sunnah. Adapun terkait tsunami yang melanda negeri ini seharusnya kita bisa merenungi hadist qudsi bahwa dalam sehari laut ingin menenggelamkan manusia karena kamaksiatannya. Di dalam musnad Al-Imam Ahmad telah di sebutkan dari Rasulullah Saw, beliau bersabda:

“Tidak ada satu hari pun yg berlalu melainkan laut meminta izin kepada Rabb-Nya untuk menenggelamkan Bani Adam.”

Sementara Allah SWT berfirman: “Biarkanlah hamba-Ku. Aku lebih tahu tentang dirinya ketika Aku menciptakannya dari tanah. Andaikan ia hamba kalian, maka urusannya terserah kalian. Karena ia hamba-Ku, maka ia berasal dari-Ku. dan urusannya terserah kepada-Ku.”

Dijelaskan dalam firman Allah surat Al Zalzalah ayat 1-8:

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban – beban berat (yang dikandung) -nya. Dan, manusia bertanya, apa yang terjadi pada bumi ini?. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya. Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian) itu pada nya. Pada hari itu manusia keluar dari kubur nya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan nya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah niscaya dia akan melihat balasan nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasan nya.”

BACA JUGA!

Mengapa Kita Pilih Prabowo

Untuk saudara-saudara kami yang masih belum memastikan pilihan presiden, bapak-ibu sekalian, para guru dan kiai …