Akibat Tsunami Palu. [foto: ANTARA]

Saat Gempa Kembali Melanda

Tahun 2018 Indonesia kembali berduka, pasalnya pada tahun ini telah terjadi beberapa kali gempa yang melanda. Diawali pada bulan Juli tepatnya tanggal 29 Juli 2018 telah terjadi Gempa pada wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dilansir dari tribunnews.com korban jiwa paling banyak terjadi pada saat gempa berkekuatan 7 skala richter pada tanggal 5 Agustus 2018, yaitu sebanyak 479 korban jiwa. Gempa kecil masih terus terasa sampai akhir juli diwilayah yang terkenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid ini.

Banyak pilu yang dirasa, dari mental para korban, rumah yang hancur serta keluarga yang telah tak bernyawa. Terlebih juga kerugian ekonomi yang cukup banyak. Namun sayang Gempa ini tidak terkatagori Bencana Nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan penghitungan sementara kerugian gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp 7,7 Triliun bahkan bisa lebih (newsdetik.com). Hingga saat ini pun di Lombok masih banyak relawan yang silih berganti berdatangan untuk berdonasi kesana.

Belum kering luka yang menganga, agaknya Sang Kuasa menampakkan kembali kehebatannya. Gempa kembali melanda Indonesia tepatnya di Donggala Sulawesi Tengah. Gempa di Donggala Sulawesi Tengah berkekuatan 7,7 skala richter pada Jumat petang 28 September 2018 (tribunnews.com). Bahkan yang kali ini lebih dahsyat dimana hingga menyebabkan Tsunami setinggi kurang lebih 1,5m.

Berdasarkan letak geografisnya Indonesia berada pada Cincin Api Pasifik atau yang lebih sering dikenal dengan Ring Of Fire. Ring Of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Suatu kewajaran apabila Indonesia merupakan wilayah yang berpotensi untuk terjadi bencana gempa hingga tsunami seperti di Jepang. Namun mengesampingkan kehendak Sang Kuasa adalah suatu kemustahilan, bukankah begitu?

Terlebih kita diingatkan oleh hadist hadits Rasululllah shallallahu ‘alaihiwasallam tentang tanda-tanda kiamat. Salah satunya adalah semakin banyak gempa bumi. Rasululllah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR. Al Bukhari)

Mari sama – sama beristighfar, sebenarnya apa yang ingin Allah Subhanahu Wata’ala tunjukkan dari peristiwa tersebut?. Hikmah apa yang dapat kita ambil dengan bencana yang tak henti – hentinya datang ke Negeri ini. Apakah ini bentuk ujian atau teguran? Wallahu’alambishowab. Kita sebagai makhluk tidak ada yang tahu mengenai hal tersebut, namun kita wajib intropeksi diri (muhasabah diri) tentang bencana – bencana yang melanda Indonesia. Jangan – jangan habis Lombok, Sulawesi, lalu Jawa atau wilayah lainnya. Kita tidak dapat memilih gempa mau turun dimana, kapan dan berkekuatan seberapa karena memang bukan ranah pilihan kita. Namun kita punya pilihan ketika misalkan gempa terjadi kita berada diposisi mana? Taat atau maksiat, itu yang seharusnya kita pikirkan.

Maka yang harus kita persiapkan adalah perkara bekal. Bekal terbaik ketika kita tiba – tiba dipanggil dihadapannya. Jadikan semua ini adalah sebuah peringatan yang ketika Allah murka maka akan banyak terjadi gempa – gempa yang terus bermunculan. Karena Allah akan menimpakan azab bagi kaum yang bermaksiat dan menimpakan rahmat bagi kaum yang taat. Mari bersama – sama taat agar nantinya kita selamat baik di dunia maupun di akhirat. Wallahua’lam Bishowab.

Rachma Shalihah
(Aktivis muda dan pemerhati remaja, tinggal di Malang)

BACA JUGA!

Dakwah? Siapa Takuut!

Sobat, coba deh kamu cermati teman di sekolah maupun di rumah, terutama remaja di zaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *