Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Amri Syaifa Yasin.

Sejak Era Pak Natsir, Dewan Da’wah Pelopori Pengiriman Dai ke Pelosok

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) adalah salah satu organisasi Islam yang memepolori pengiriman dai ke wilayah-wilayah pelosok di Indonesia. Aktivi9tas dakwah ini ternyata sudah dimulai sejak era Pak Natsir.

Dulu pada era 1960-an, Dewan Da’wah ingin mengirim dai ke daerah-daerah. Pendiri sekaligus Ketua Umum Dewa Da’wah Allahyarham Mohammad Natsir waktu itu meminta agar pengiriman para dai dikirim ke daerah pedalamaan dan yang mayoritas Kristen.

“Jadi beliau ingin meminta berbeda dan belum ada organisasi dakwah yang melakoni,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Amri Syaifa Yasin, saat bercerita mengenai perjalanan Kafilah Dewan Da’wah, di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Akhirnya kami, kata Amri, bekerja sama dengan Pesantren Darul Fallah di Bogor yang juga didirikan oleh Pak Natsir. “Darul Fallah merupakan pesantren pertanian di sana diajari bagaimana bertani berternak,” tambahnya.

Para pemuda yang akan dikirim dibina selama satu tahun di Pesantren tersebut, kata Amri, setelah lulus di kirimkan ke berbagai daerah.

Yang dulu hanya ‘nyantren’ setahun di Darul Fallah, kami membuat sekolah sendiri di tahun 90-an, kemudian berkembang menjadi STID Muhammad Natsir.

“Berbeda dengan sekarang mencapai dua tahun, karena tiap zaman kami ada tantangan sendiri,” tambahnya.

Sekarang mahasiwa yang sudah belajar selama enam semester harus melalui pelatihan ke daerah pedalaman selama 40 hari. “120 orang ini akan dikirim ke 18 daerah di Indonesia,” kata dia.

Namun, untuk lulus dari STID kami mensyaratkan mereka untuk berdakwah ke pedalaman dan daerah mayoritas non muslim selama dua tahun.

“Jadi kami harap mereka di daerah selama 40 hari ini belajar, ikhlas, dan memanfaatkan di sana dengan sebaik munkin. Sehingga ketika dakwah secara sendiri selama dua tahun bisa dengan mudah,” katanya.

Empat puluh hari ini berkelompok, kata Amri, jadi yang dua tahun itu sendirian.

BACA JUGA!

Menyelami Pendidikan Islam Lewat Empat Tokoh

Depok (PIKIRAN UMAT) – Sabtu, 6 April 2019, telah terjadi satu peristiwa penting di pondok …