Rabu , 17 Oktober 2018
Breaking News
Jajaran Direksi BNI Syariah usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/10/2016)

Semester Ketiga 2016 Laba BNI Syariah Tumbuh di Atas 37 Persen

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – BNI Syariah memaparkan hasil kinerja semester ketiga tahun 2016. Menurut Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptoni, BNI Syariah melewati triwulan ketiga di tahun 2016 dengan cukup baik.

“Walaupun tahun ini ekonomi masih belum menunjukan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” ungkap Imam T. Saptono di Kantor Pusat BNI Syariah Gedung Tempo Pavilion I, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.

Imam memaparkan, laba bersih triwulan ketiga tahun 2016 tercapai sebesar Rp215,23 Miliar atau naik sebesar 37,42% dibanding tahun sebelumnya September 2015 sebesar Rp156,62 Miliar.Pertumbuhan laba tersebut, kata Imam, pada satu sisi, disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Di sisi lain, hal ini dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik.
.
“Dengan tetap menjunjung semangat berHasanah di tahun 2016, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan ketiga pada sisi neraca juga berjalan cukup optimal,” katanya.

Imam meambahkan, sebagaimana terlihat pada pertumbuhan aset Year on Year (YoY) naik sebesar 17,88% dari Rp22,75 Triliun pada September tahun lalu menjadi sebesar Rp26,82 Triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 15,09% dan dana sebesar 20,26% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama”.

Pembiayaan pada September 2015 sebesar Rp16,97 Triliun berhasil tumbuh menjadi Rp19,53 Triliun pada September tahun ini. Pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan ketiga 2016 ini terjaga di level 3,03%, angka ini di bawah rata-rata industri perbankan syariah. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga yang pada September tahun lalu sebesar Rp18,93 Triliun meningkat menjadi Rp22,77 Triliun pada September 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,42% naik dari 43,78% di tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp19,53 Triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 53,46%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,55%, pembiayaan komersial sebesar 16,20%, pembiayaan mikro sebesar 5,85%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,93%. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 85,51%.

Pertumbuhan laba triwulan ketiga ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif turun dari 91,60% pada September tahun 2015 menjadi 86,28 % pada September 2016.

Selain Imam Teguh Saptono, pemaparan tersebut dihadiri sejumlah direksi BNI Syariah lainnya seperti Kukuh Rahardjo (Plt. Direktur Bisnis Konsumer), Tribuana Tunggadewi (Plt. Direktur Risiko dan Kepatuhan), Junaidi Hisom (Direktur Operasional), dan Dhias Widiyati (Senior Executive Vice President Bisnis Komersial). [SR]

Baca Juga

BNI Syariah Luncurkan Website Wakaf Hasanah

Jakarta (PIKIRANUMAT) – BNI Syariah meluncurkan website Wakaf Hasanah BNI Syariah, Sabtu (19/11). Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *