Sisi Lain Tagar #uninstall Jokowi

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan tagar #uninstalljokowi yang sempat jadi trending topic dunia di twitter sudah sangat politis.

Pelakunya menurut Ace adalah kelompok yang tidak mendukung Jokowi di Pilpres dengan memanfaatkan kontroversi kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky sebelumnya.

Di media sosial Twitter, tagar #UninstallJokowi naik ke puncak trending topic. Tagar itu muncul usai beredar tagar #UninstallBukalapak yang dipicu kicauan CEO Bukalapak, Achmad Zaky terkait Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. (Jakarta, CNNIndonesia.com, 2019).

Satu kata untuk tagar #uninstalljokowi yang berhasil menembus trending topik beberapa waktu lalu dimedia sosial. Mantul. Artinya respon cepat didapatkan oleh tagar tersebut dari masyarakat dunia, hingga menduduki peringkat satu trending topik dunia lewat twitter.

Tentu saja hal ini menjadi prestasi luar biasa dari sebuah nama, Jokowi. Terkenal dikalangan publik dunia. Entah karena titelnya sebagai presiden Indonesia saat ini atau yang lainnya. Namun hal ini menunjukkan bahwa nama besar Jokowi sudah dikenal masyarakat dunia.

Akan tetapi, menjadi satu hal yang sangat memprihatinkan jika, judul tagarnya adalah uninstall. Karena hal ini bisa memiliki satu makna saja, sama dengan kata persekusi. Sebuah kata yang bermakna negatif, tidak disukai, akibat kejadian yang tidak diminati.

Parahnya, uninstall ini mendunia. Artinya, menjadi sesuatu yang sudah diketahui masyarakat internasional jika sosok yang di uninstall ini adalah sosok yang memiliki full nilai-nilai yang tidak diminati masyarakat dunia.

Ini bisa menjadi bahan pelajaran dan instrospeksi berharga bagi pemilik nama.

Bisa jadi karena kebijakan-kebijakan yang diambil saat menjabat sebagai presiden adalah kebijakan-kebijakan yang unpopulis, tidak merakyat, malah menyusahkan rakyat.

Bisa jadi pula kebijakan-kebijakan yang diambil saat menjabat presiden adalah kebijakan yang membuat pusing pemilik modal, yang sudah jor-joran mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mempopulerkan nama yang ada dalam tagar tersebut, namun sang pemilik nama dinilai para pemodal kurang bisa bermain cantik, sehingga agenda-agenda para kapitalis dapat ditelanjangi publik, dan hal ini bisa jadi pula berimbas pada mulai meliriknya para pemilik modal dan jatuh hati pada kandidat lain. Namanya juga kebijakan publik dalam sistem sekuler kapitalis pastilah sarat dengan kepentingan para kapital.

BACA JUGA!

Impor Bawang Putih dari China, Adakah Kecurangan Importir?

Harga bawang putih telah merangkak naik sejak pertengahan bulan ini jelang masa bulan puasa Ramadan …