Rabu , 17 Oktober 2018
Breaking News
Perwakilan Tabloid SUARA ISLAM, Shodiq Ramadhan, menerima Daqu Award dari Pemimpin Daarul Quran Ustaz Yusuf Mansur di Balai Sudirman, Jaksel, Sabtu, 20 Mei 2017.

Tabloid Suara Islam Raih Daqu Award

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tabloid Suara Islam mendapatkan penghargaan Daqu Award 2017 pada katagori Media Sosialisasi Pegiat Alquran untuk media cetak tabloid pada Sabtu (20/5/2017) di Balai Sudirman, Jl Sahardjo, Tebet, Jakarta Selatan. Penghargaan diberikan oleh Pesantren Tahfiz Daarul Quran pimpinan Ustaz Yusuf Mansur dalam even Wisuda Akbar Tahfiz Qur’an dan Daqu Award.

Selain Tabloid Suara Islam, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Republika.co.id untuk katagori media online, TransTV untuk media televisi dan RAS FM Jakarta untuk katagori radio.

Redaktur Tabloid Suara Islam, Shodiq Ramadhan, yang mewakili jajaran redaksi saat menerima pengharaan Daqu Award 2017 mengucapkan terima kasih kepada Daarul Quran dan Ustaz Yusuf Mansyur, serta dewan juri yang telah mengamati konten Tabloid Suara Islam.

“Semoga ke depan, sesuai dengan namanya, tabloid ini terus menjadi pelopor bagi syiar dan tegaknya ajaran-ajaran Alquran,” ungkapnya.

Selain penghargaan untuk katagori media sosialisasi Alquran, pada tahun ini Daqu Award juga memberikan penghargaan ke beberapa tokoh yang dibagi ke dalam sejumlah katagori. (lihat box).

Tim Dewan Juri dalam ajang Daqu Awad 2017 antara lain para ahli Alquran seperti Prof Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, Prof Dr Hj Huzaemah T Yanggo, MA., Dr H Adian Husaini, Dr H Mukhils Hanafi dan praktisi media Alberta Furqan.

Sementara itu, pada even kali ini, Pesantren Daarul Quran juga melakukan wisuda terhadap 332 siswa yang telah menyelesaikan hafalannya. 163 orang wiusdawan-wisudawati telah menyelesaikan hafalan 1-15 juz dan 169 siswa telah menyelesaikan hafalan 30 juz.

Mulia karena Alquran

Syaikh Abdul Aziz Az-Zahrani, seorang dai dan qari’ internasional yang hadir dalam acara itu mengatakan, umat Islam adalah umat yang dimuliakan karena Alquran. Kitab suci inilah yang telah memuliakan umat Islam.

“Awalnya agama ini tidak diangkat. Lalu Alquran yang mengangkat agama ini dan umat ini,” ungkap pemimpin lembaga tahfiz internasional di Jeddah, Saudi Arabia itu.

Alquran, lanjut Syaikh Az-Zahrani, adalah yang paling berhak untuk dimuliakan dengan cara menghafal, mengajarkan, menyebarluaskan dan memuliakan para penghafalnya.

“Bagaimana mungkin kita tidak memuliakan para penghafal Alquran, karena Alquran adalah kalamullah,” jelasnya.

Kitab sucil Alquran, kata Syaikh Az-Zahrani, diturunkan oleh Allah Swt kepada manusia dan Rasul pilihan Allah, yakni Nabi Muhammad Saw. Lalu kitab tersebut disebarkan kepada seluruh manusia sebagai petunjuk kehidupan agar manusia berjalan pada jalan yang benar.

“Alquran akan jadi petunjuk kehidupan manusia selama umat ini punya perhatian terhadapnya,” tambahnya.

Syaikh Az-Zahrani mendrong agar terus dilakukan upaya untuk mencetak, menyebarkan dan memuliakan para penghafal Alquran agar umat ini tidak tersesat. Sebab menurutnya, selama manusia masih perhatian terhadap Alquran, maka kitab ini akan terus memberi petunjuk bagi kehidupan mereka. [SR]

Baca Juga

Bocah Penghafal Quran Dikubur Hidup-hidup Bersama Mushaf Alqurannya

Kairo (PIKIRAN UMAT) – Seorang penculik mengubur hidup-hidup bocah berusia delapan tahun di Mesir. Korban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *