Takut pada Allah bukan Sekadar di Lisan

Seorang pemimpin adalah contoh bagi rakyatnya, yang amanah dalam setiap kepemimpinannya. Pemimpin dalam setiap ucapannya dianggap benar bagi rakyatnya. Lalu bagaimana ketika seorang pemimpin tidak mampu melaksanakan apa yang ia ucapkan?.

Riuh debat Capres pada hari minggu kemarin banyak mengundang komentar dari para netizen, salah satunya ketika Jokowi mengatakan bahwa tidak ada yang beliau takuti kecuali Allah SWT. Demikian dikutip dari SINARHARAPAN.co.

Ucapan tersebut sontak banyak menuai komentar sebab seperti yang kita ketahui selama dalam kepemimpinan beliau banyak sekali terjadi kebijakan-kebijakan yang justru membuat umat Islam merasa kecewa.

Bagaimana bisa mengaku takut kepada Allah sementara banyak janji yang tak ditepati, berkata dusta, khianati amanah, mendukung penista agama, menolak penerapan syariahNya, bahkan memusuhi khilafah ajaran Islam dan lain-lain yang jauh dari kata sesuai dengan yang beliau ucapkan.

Takut kepada Allah itu harus dan wajib dibuktikan dengan tidak khianat, adil terhadap kesejahteraan rakyatnya. Meriayah keselamatan negara patuh terhadap segala aturan yang ditetapkan sang khaliq. takut ketika melanggar hukum syara’ terlebih menentang ajaran Islam. Sejatinya menjadi pemimpin adalah amanah yang berat. Kita bisa mencontoh dari kisah seorang pemimpin Umar bin Abdul Aziz ketika diangkat menjadi seorang khalifah.

Saat nama Umar disebut untuk menggantikan pemimpin sebelumnya justru ekspresi kaget yang beliau tunjukkan bahkan sampai menangis dikarenakan menjadi pemimpin bukanlah atas permintaannya namun para sahabat dan rakyatlah yang memintanya, namun perkara ini sangat menjadi beban baginya apabila ia tidak amanah dalam kepemimpinannya, takut atas pertanggung jawabannya kepada Allah pada hari kiamat kelak tak mampu dipikulnya.

Pidato Umar saat dilantik menjalankan amanahnya “Aku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu aku mengucapkan ucapan ini sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosanya dihadapan Allah”.

Takut kepada Allah tidak hanya sekedar ucapan tetapi harus ada kesesuaian dengan tindakan. Kriminalisasi khilafah sebagai ajaran Islam salah satu bukti tidak takut kepada Allah. Padahal telah jelas khilafah yang didalamnya syariat justru membawa kemaslahatan umat, merupakan perintah Allah yang mutlak. Takut seperti apa jika perintah Allah saja dipermainkan?.

BACA JUGA!

Kisah Haru Anies di Bandara Changi 17 Tahun Silam, ternyata Petugas Bandara itu Mantu Ketua RW di Cengkareng

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata punya kisah mengharukan saat berada …