Takut pada Allah bukan Sekadar di Lisan

Seharusnya sebagai pemimpin yang benar-benar takut kepada Allah justru wajib melaksanakan sistem khilafah yakni yang mengatur segala urusan kehidupan manusia. Mendukung diterapkannya hukum-hukum Islam yang justru terbukti mampu memelihara dan merawat kerukunan umat manusia hampir selama 14 abad.

Dan pemimpin yang taatpun contohnya seperti Umar bin Khattab, jangankan tol berbayar, ada yang menggusur rumah-rumah penduduk non muslim saja beliau marah, rakyatnya ada yang kelaparan beliau merasa berdosa besar bahkan memikul sendiri makanan yang akan ia berikan kepada fakir miskin karena ketakutannya terhadap hisabnya kelak.

Sudah sewajbnya setiap manusia takut kepada Allah, tunduk kepadanya namun rassnya kurang baik saja jika hanya dijadikan lips service untuk meraih suara.Maka, siap-siaplah menunggu perhitungan dari Allah SWT. Pembubaran ormas Islam juga sebagai bukti ketidak adilan, ini bukan makna takut kepada Allah.

Ciri-ciri mukmin yang takut kepada Allah yaitu pertama, lisannya tidak pernah digunakan untuk berkata bohong atau dusta. Lisannya fokus dzikir, mambaca ayat-ayat Allah, diskusi ilmu. Kedua, tidak masuk kedalam perutnya kecuali makanan yang halal dan baik, termasuk dari cara bagaimana ia memperoleh makanan tersebut artinya tidak hasil korupsi atau memakan hak rakyatnya. Ketiga, pandangannya tidak digunakan untuk sesuatu yang haram pandangannya digunakan untuk melihat kebaikan-kebaikan orang lain jika ia seorang calon pemimpin maka ia mampu bersaing secara ahsan. Dan terakhir taat kepada Allah dengan penuh keikhlasan, mengakui takut kepada Allah bukan niat untuk riya’ agar dilihat orang lain. Wallahu’alam.

Kamila Amiluddin
(Guru dan Pemerhati Anak, Member Akademi Menulis Kreatif)

BACA JUGA!

Rukanah bin Abdu Yazid: Pegulat Hebat itu Akhirnya Masuk Islam

Nama lengkapnya Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallib.