Nenek Canaria (75)

Terkubur 20 Jam di Reruntuhan Balaroa, Nenek ini Alhamdulillah Selamat

Palu (PIKIRAN UMAT)-Nenek Canaria (75) hanya bisa terbaring lemah di Posko Pengungsian di di Bulukodi Kelurahan Duyu, Palu Barat, Sulawesi Tengah. Sekujur tubunnya penuh luka.

Ketika gempa mengguncang Palu, Jumat petang 28 Septmebre lalu, ia tengah bersiap shalat Maghrib. Saat itu seluruh warga Jl. Kemuning Balaroa berlarian keluar rumah menyelamatkan diri. Termasuk dirinya. Namun apalah daya dengan tubuh yang sepuh akhirnya terkubur hingga leher di reruntuhan rumah.

Keluarga pun kesulitan mencari beliau karena posisi rumah yang sudah bergeser jauh.

“Alhamdulillah saat itu ada warga yang lewat dan mendengar Ibu minta tolong diberi air minum dan memberi tau kami posisi Ibu,” ujar Aidah (50), anak kelima.

Posisi nenek yang berada di dasar reruntuhan membuat warga kesulitan untuk evakuasi langsung dan hanya diberi air mineral. Dengan sisa kekuatan nenek menggapai air untuk bisa bertahan hidup.

Nenek Canaria berhasil dievakuasi keluarga pada hari Sabtu, 29 September 2018 jelang pukul 14.00 dengan mukenah masih melilit di leher.

Saat ini nenek dirawat dengan apa adanya di posko pengungsian bersama sanak keluarga lainnya yang selamat. [MS/Wahdah]

BACA JUGA!

Camat Taman Tamansari Dicopot, Status Tunggu Hasil Pemeriksaan

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan status final Camat Tamansari Firmanudin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *