Uyghur Mengais Kepedulian Dunia Islam

“Pemerintah sekarang itu tersandera oleh gelombang investasi dan utang itu, sehingga tidak berani menyuarakan sesuatu yang berkaitan dengan China,” kata Gus Irfan dalam keterangannya kepada redaksi detik.com, Kamis (20/12/2018).

Begitulah keadaan kaum muslimin saat ini. Karena terkotak-kotak oleh nasionalisme, maka kaum muslimin di suatu negeri tidak bisa menolong saudara seakidah mereka di negeri lain. Tidak ada gunanya jumlah tentara dan persenjataan lengkap yang dimiliki. Jangankan mengirim tentara, mengecam pun tidak mampu karena tersandera oleh kepentingan masing-masing.

Padahal Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Maka, bagaimana kita bisa tidur nyenyak, sementara saudara-saudara kita di Uighur sedang merasakan kesakitan luar biasa karena mempertahankan akidahnya?

Dunia Butuh Khilafah

Realitas penindasan muslim Uighur, menambah panjang daftar penderitaan kaum muslimin di seluruh dunia. Nasib serupa juga dialami oleh muslim Rohingya, Pattani, Moro, Palestina, Yaman, dan lain-lain. Seharusnya kita paham, bahwa penindasan itu terjadi semata-mata karena mereka memeluk Islam. Begitulah tabiat asli orang-orang kafir sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah: 217: “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”. Maka, tidak layak kaum muslimin mengharap belas kasih dari kaum kafir.

Justru umat Islam harus menyatukan kekuatan dan potensinya dalam satu kepemimpinan umum yang akan melindungi harta dan darah mereka laksana perisai. Institusi itu bernama Khilafah Islamiyah, sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Seorang imam (khalifah) adalah tameng atau perisai, dimana di belakangnya umat berperang, dan kepadanya umat berlindung.” (HR. Bukhari no. 2957).

Hanya khilafah yang mampu melindungi kaum muslimin sedunia. Institusi khilafah akan berusaha menjadi kuat, unggul, berani dan terdepan atas dorongan akidah Islamiah. Begitu pula kepala negaranya (khalifah). Ia bukanlah pribadi yang pengecut dan lemah. Bahkan selalu berada di garda terdepan dalam urusan pembelaan terhadap kaum muslimin.

BACA JUGA!

Save FPI!

Kezaliman itu makin menjadi. Tak puas dengan HTI, mereka menarget FPI. Ya, target pembubaran ormas …