Uyghur Mengais Kepedulian Dunia Islam

Ketika Nabi Muhammad SAW berkuasa di Madinah, dikisahkan ada seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang Muslimah dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslimin untuk membantu dan Nabi SAW., mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah.

Begitu pula pada zaman kekhalifahan Abu Ishaq ‘Abbas Al-Mu’tasim Ibn Harun Ar-Rasyid (795-842 M) akrab disapa al-mu’tasim billah pada masa dinasti Abbasiyah. Ketika itu ada seorang budak wanita muslimah yang diganggu oleh orang Romawi saat berbelanja dipasar. Dia mengaitkan pakaian wanita itu pada sesuatu sehingga sang wanita bergerak, tersingkaplah auratnya. Tak tahan dengan pelecehan tersebut, berteriaklah ia memanggil sang khalifah dengan kalimat yang sangat legendaris “Waa Mu’tasimaah!” yang artinya “Dimana Kau Mu’tasim, Tolonglah Aku”.

Maka Khalifah Al-Mu’tasim memenuhi panggilan itu dengan mengerahkan beribu-ribu pasukan sehingga saat pasukan itu berbaris, pasukan terdepan sudah ada di kota Ammuriyah, sedangkan pasukan yang ada di belakang masih di perbatasan kota Baghdad. Sebegitu seriusnya Khalifah Al-Mu’tasim dalam melindungi kehormatan seorang wanita, dan kehormatan Islam tentunya.

Begitu pula banyak kisah-kisah heroik lain dalam sejarah kejayaan Islam. Oleh karena itu, yakinlah wahai saudaraku, bahwa hanya khilafah yang akan membebaskan negeri-negeri kaum muslimin dari penindasan dan membawanya menuju puncak kejayaan untuk meninggikan kalimat Allah.

Safiatuz Zuhriyah, S.Kom
Aktivis Pergerakan Muslimah

BACA JUGA!

FPI dalam Sorotan, Akankah Ada Keadilan?

20 Juni 2019 adalah tanggal habisnya masa SKT (Surat Keterangan Terdaftar) milik FPI (Front Pembela …