Konferensi pers PBNU menyikapi Aksi Bela Islam II di Kantor PBNU, Jumat malam (28/10/2016). [foto: nu.or.id]

Warga NU tak Dilarang Ikut Aksi Bela Islam 4 November

Jakarta (PIKIRAN UMAT) -Jelang pelaksanaan Aksi Bela Islam II pada Jumat 4 November mendatang, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan sikap resmi. Pesan moral PBNU itu dibacakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jumat malam (28/10/2016).

Dari lima poin pernyataan ini, tidak ada instruksi dari PBNU yang melarang warganya untuk mengikuti Aksi Bela Islam II pada 4 November. Dalam poin kedua, secara jelas disebutkan PBNU hanya melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jam’iyyah NU.

Berikut adalah lima poin pernyataan sikap PBNU yang diberi judul : “Pesan Moral, Berpecah adalah Musuh Utama Ukhuwah: Jaga Ukhuwah untuk Indonesia yang Aman dan Damai”.

1. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa, pererat tali silaturahim antarkomponen masyarakat, karena berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil dan makmur. Jaga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

2. Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU, untuk secara proaktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jam’iyyah NU.

3. Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah, sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tidak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya hal-hal yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa, semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

Pernyataan ini ditandatangani empat pimpinan PBNU. Empat pimpinan itu di antaranya Rais Aam KH Ma’ruf Amin, dan Katib Aam KH Yahya C Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen HA. Helmy Faishal Zaini. [SR]

BACA JUGA!

Serunya Pelatihan Kebencanaan Relawan Mandiri Alumni IPB

Bogor (PIKIRAN UMAT) – “Gempaaa!’’ Demi mendengar seruan ini, sejumlah mahasiswa dan alumni Institut Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.