BREAKING
IRGC says the vital Strait of Hormuz waterway is now 'closed'   |   US Embassy in Riyadh hit by drones   |   UAE resumes limited flights amid travel chaos across Middle East

RI Belum Putuskan Penarikan Pasukan UNIFIL di Lebanon

RI Belum Putuskan Penarikan Pasukan UNIFIL di Lebanon

Oleh: Hikam | Mar 31, 2026

Jakarta, Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan keputusan terkait kemungkinan penarikan pasukan Indonesia dari misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) masih dalam pertimbangan matang.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan kehadiran pasukan Indonesia di UNIFIL merupakan komitmen internasional Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Perlu dipahami bahwa kehadiran pasukan Indonesia merupakan bagian dari komitmen internasional terhadap peace and security. Setiap keputusan terkait isu ini akan melalui pertimbangan yang sangat matang," ujar Yvonne dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8/4).

Menurutnya, pertimbangan matang seperti aspek keselamatan personel, keberlanjutan mandat UNIFIL, serta peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Semua keputusan akan memperhatikan berbagai pertimbangan secara matang. Yang paling penting tentunya keselamatan dan keamanan pasukan kita, sekaligus relevansi mandat UNIFIL itu sendiri," kata Yvonne.

Ia menambahkan pemerintah Indonesia akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses evaluasi selesai dilakukan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla, menyatakan Indonesia mengutuk keras insiden tersebut.

"Ini masih merupakan preliminary investigation. Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi temuan investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI yang bertugas sebagai personel pemeliharaan perdamaian," kata Veronica.

Ia menegaskan tindakan itu akan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Pemerintah Indonesia akan meminta kepada PBB untuk mendesak otoritas terkait agar menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku," lanjutnya.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260408212022-106-1345812/ri-belum-putuskan-penarikan-pasukan-unifil-di-lebanon.