BREAKING

China Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia, dari Ekonomi hingga Pertahanan

China Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia, dari Ekonomi hingga Pertahanan

Oleh: Shidiq | Aug 22, 2026

Pikiranumat.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan China Dong Jun datang ke Indonesia, Kamis (20/8/2026), hampir dua pekan setelah pejabat pertahanan Amerika Serikat berkunjung. Kunjungan itu memperkuat hubungan Indonesia-China melalui kerja sama ekonomi, maritim, politik, hingga pertahanan.

Pada Jumat (21/8/2026), Wang Yi bertemu Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue/CSD) di Jakarta. Setelah CSD, keduanya bergabung dengan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Dong Jun dalam forum 2+2.

Forum 2+2 merupakan pertemuan para menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara. Indonesia menjadi mitra pertama China yang memiliki mekanisme 2+2. Pertemuan pertama digelar di China pada April 2025, sedangkan pertemuan kedua berlangsung di Jakarta pada 21 Agustus 2026.

Kedatangan pejabat tinggi China berlangsung tidak lama setelah Direktur Jenderal Kebijakan Departemen Pertahanan AS Elbridge Colby bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 12 Agustus 2026.

Meski berdekatan, pemerintah menegaskan agenda Indonesia-China tidak diarahkan untuk membahas Amerika Serikat. Fokusnya adalah kepentingan bilateral dan penguatan kemitraan strategis.

Ekonomi menjadi prioritas

Direktur Asia Timur Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Arifianto Sofiyanto mengatakan, CSD membahas lima pilar kemitraan strategis komprehensif Indonesia-China, yakni politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan.

Namun, pertemuan kali ini memberi bobot lebih besar pada sektor ekonomi.

Namun, bobot pembahasan berbeda-beda, tergantung dari kesepakatan kedua pihak. Pada pertemuan ini, disepakati pembahasan akan dititikberatkan pada kemitraan ekonomi,” kata Arifianto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Indonesia berharap China meningkatkan investasi dan perdagangan sekaligus mendukung sektor-sektor prioritas pemerintah.

Data Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan menunjukkan nilai perdagangan Indonesia-China mencapai 84,37 miliar dollar AS sepanjang Januari-Juni 2026, naik 19,35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sementara itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat China dan Hong Kong menjadi investor asing terbesar di Indonesia pada semester I-2026 dengan nilai 11,5 miliar dollar AS.

Besarnya nilai perdagangan dan investasi membuat hubungan ekonomi menjadi salah satu kepentingan utama Jakarta dalam pertemuan dengan Beijing.

Pertahanan mulai diperdalam

Di bidang pertahanan dan keamanan, kedua negara membahas berbagai kemungkinan kerja sama. Arifianto mengatakan pembahasan mengenai pembelian alutsista, termasuk jet tempur Chengdu J-10 buatan China, serta penguatan latihan militer bersama masih dalam tahap pematangan.

Isu-isu pembahasan masih dalam proses pematangan antara kedua pihak karena banyak yang perlu dibahas. Ada beberapa isu yang masih dipetakan sehingga belum final,” katanya.

Kerja sama pertahanan tersebut menjadi bagian dari lima pilar hubungan strategis Indonesia-China.

China menilai mekanisme CSD dan 2+2 menunjukkan meningkatnya kualitas hubungan kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (19/8/2026), bahwa kedua negara perlu memperkuat komunikasi strategis dan kerja sama sebagai dua negara besar berkembang di Dunia Selatan.

Mekanisme CSD dan pertemuan 2+2 mencerminkan signifikansi strategis serta tingginya kualitas hubungan antara China dan Indonesia,” tutur Lin.

Menurut Lin, forum CSD akan digunakan untuk menyelaraskan strategi pembangunan dan memperdalam hubungan kedua negara, sementara forum 2+2 membahas keamanan politik, kerja sama pertahanan, serta perkembangan situasi regional dan internasional.

Maritim tetap menjadi agenda sensitif

Selain ekonomi dan pertahanan, kerja sama maritim menjadi salah satu agenda penting.

Arifianto mengatakan Indonesia dan China telah mengembangkan kerja sama keamanan sekaligus ekonomi maritim. Bentuknya antara lain navy-to-navy talk, kunjungan pelabuhan, perikanan, ekonomi biru, serta penelitian dan pengembangan.

Kerja sama mencakup navy-to-navy talk, saling berkunjung ke pelabuhan, dan lainnya. Kemitraan ini tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi ada juga kerja sama perikanan, blue economy, serta riset dan pengembangan,” ujarnya.

Kerja sama ini memiliki konteks strategis karena hubungan Indonesia-China bersinggungan dengan dinamika Laut China Selatan. Dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping pada November 2024, kedua negara menyepakati pengembangan bersama (joint development) di wilayah dengan klaim yang tumpang tindih.

Namun, Arifianto menegaskan isu tersebut tidak secara khusus dibahas dalam pertemuan kali ini.

Progresnya berbeda-beda. Progres itu bisa dilihat dari beberapa angle. Pembahasan dan komunikasi juga terus berlanjut,” imbuhnya.

Indonesia sendiri tidak menjadi pihak dalam sengketa wilayah Laut China Selatan yang melibatkan China dan sejumlah negara ASEAN.

Hubungan dibangun di tengah persaingan kekuatan

Rangkaian pertemuan dengan China berlangsung setelah pertemuan Presiden Prabowo dengan Elbridge Colby di Jakarta pada 12 Agustus 2026.

Colby ketika itu mengatakan Amerika Serikat menghormati kedaulatan Indonesia dan ingin membantu menjaga integritas wilayah Indonesia.

Pertemuan dengan AS dan China dalam rentang waktu berdekatan menunjukkan bahwa Indonesia tetap membuka ruang kerja sama dengan dua kekuatan besar.

Di satu sisi, Jakarta memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan dengan China. Di sisi lain, komunikasi pertahanan dengan Amerika Serikat juga terus berlangsung.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan berbagai kerja sama tersebut memberikan manfaat konkret bagi kepentingan nasional, tanpa mengurangi ruang strategis Indonesia dalam menghadapi perubahan geopolitik kawasan.