Jakarta, Rabu (2/9) - PIKIRANUMAT.com
Sebanyak tiga tim inovator muda diundang wakil presiden di Istana Wakil Presiden untuk membahas hilirisasi dan pemanfaatan inovasi peralatan medis terapan berbasis perangkat cerdas (smart intelligence device) bagi masyarakat di daerah pelosok serta kawasan rawan bencana.
Dosen pembimbing para inovator muda, Eka Maulana, S.T., M.T., menyampaikan, “Kami diundang Wapres untuk mempresentasikan kesiapan implementasi perangkat cerdas medis ini, khususnya guna mendukung program cek kesehatan gratis di wilayah terpencil serta mempercepat penanganan darurat saat terjadi bencana.”
Sosok Eka yang kesehariannya menjadi dosen Teknik Elektro di FT UB merupakan sosok inovator yang telah mempunyai lebih dari 30 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di bidang IoT, elektronika, dan desain industri, menjadi figur yang tepat untuk dipanggil menghadap wakil presiden membahas tentang percepatan teknologi kesehatan terapan.
Program Wapres untuk mengajak inovator muda merupakan upaya konkret pemerintah merangkul karya nyata anak bangsa agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan langsung menjawab persoalan akses layanan kesehatan masyarakat akar rumput.
Selain mendampingi tiga tim inovator muda tersebut, Eka turut membidani Yayasan Maslahat Umat yang akan berperan mengakselerasi kolaborasi lintas sektor demi mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Ini jadi banyak cara yang semoga dimudahkan Allah untuk membangun Indonesia Emas,” terang Eka.